Sulap Kopi Gelondongan Jadi Produk Unggulan

KREATIF: Nurfiatul Magfuroh dan Hidayatul Asriyah, dua Mahasiswa IAIN Jember yang tengah memamerkan salah satu kreasi kelompok mereka selama menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN)

RADAR JEMBER.ID  Kreasi mahasiswa KKN ini layak diapresiasi. Melihat potensi desa yang kurang terberdaya dengan maksimal, mereka berinisiatif memolesnya hingga mampu menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.

IKLAN

Hal itu yang tengah dilakukan oleh mahasiswa KKN IAIN Jember yang ditugaskan di Dusun Sumbercandik Desa Panduman Kecamatan Jelbuk. Mereka membuat terobosan dengan memberikan kemasan pada komoditas kopi milik warga Dusun tersebut. Alhasil, kopi-kopi warga yang harga awalnya tidak seberapa bisa menjadi praktis dan mengkatrol harga kopi tersebut.

“Kami terinspirasi untuk membuat kemasan kopi ini karena banyak warga yang jual kopinya secara gelondongan saja,” kata Farawangesti Hasiyan Pratiwi, salah seorang anggota kelompok KKN tersebut.

Menurutnya, di dusun Sumbercandik itu mayoritas warganya petani kopi. Ketika panen, seluruh hasil panen kopinya dijual secara gelondongan. Mulai yang dari masih hijau, kuning, dan merah. Sehingga karena campur aduk seperti itu, membuat harga jualnya sangat murah.

Saat para mereka mengetahui potensi komoditas kopi tersebut, lanjutnya, mereka mulai berkreasi dengan membuat kemasan (packing). Tak hanya di situ, mereka juga menawarkan di sosial media, komunitas pecinta kopi, di cafe-cafe dan lain-lain.

“Ide bikin kemasan kita melihat produk kopi di daerah lainnya sudah banyak yang menggunakan kemasan. Salah satunya di kopi Sumber Wringin Bondowoso yang terkenal dengan kopi Ijen,” imbuh Mahasiswi Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah itu

Mahasiswi yang akrab disapa Fara itu menceritakan bahwa respon masyarakat terkait inovasinya itu begitu apresiatif. Para warga yang hampir 90 persen adalah petani kopi, menjadi komoditas yang mulai terberdayakan. Meskipun progam tersebut belum diserap secara keseluruhan oleh masyarakat.

Menurut pengakuannya, kini anggota kelompoknya yang tergabung dalam posko 43 sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa Panduman dan pihak Kecamatan Jelbuk untuk membantu memperkenalkan produk kemasan kopi tersebut.

Harapnya, bisa membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, khususnya di Dusun Sumbercandik Panduman. “Program ini tidak hanya sampai disini, akan tetapi berlanjut sampai ada surat ijin edar brand dari Disperindag dan juga dari Dinkes. Supaya ke depan dapat memberikan keringanan untuk petani kopi di dusun ini,” tandasnya. (*)

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Hadi Sumarsono