Bandara Notohadinegoro Terimbas Abu Gunung Agung

SIAP SIAGA: Damkar sigap hadapi bencana

AJUNG – Dampak erupsi Gunung Agung dengan ketinggian semburan 2 kilometer di Kabupaten Karangasem, Bali, pada Senin (2/7) malam meluas sampai ke Jember. Bandara Notohadinegoro Jember kembali ditutup, karena debu abu vulkanik sampai ke Jember. Semburan abu ini cukup mengganggu penerbangan.

IKLAN

Kepastian penundaan penerbangan ini diperoleh setelah Bandara Notohadinegoro Jember kembali mendapatkan notice of airmen (notam) dari otoritas bandara Airnav Indonesia, kemarin. Berarti, ini penutupan kedua bagi bandara yang ada di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung. Sebab, sebelumnya (Jumat pekan lalu) juga ditutup dengan alasan yang sama.

Yonda, petugas Airnav yang ada di Jember menuturkan, dari notam yang diterima memang ada perintah penutupan bandara. “Penutupan mulai pagi hingga pukul 15.00 WIB. Ada abu vulkanik,” jelas Yonda, kemarin.

Terkait penumpang, dia menyerahkan sepenuhnya ke masing-masing maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Wings Air. Namun, karena ini merupakan force majeure, maka kemungkinan besar tidak merugikan penumpang.

Kondisi di bandara Notohadinegoro itu sendiri, kemarin, sempat dilakukan paper test. Yakni untuk memeriksa abu vulkanik yang ada di landasan pesawat. Hasilnya, abu dinilai lumayan tebal, sehingga dikhawatirkan akan membahayakan penerbangan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Notohadinegoro Edy Purnomo menyampaikan, pihaknya sempat melakukan paper test. Yakni dengan menempatkan kertas putih di landasan Bandara Notohadinegoro. “Ternyata, ada abu yang turun di landasan bandara,” ujar Edy.

Untuk mengetes ketebalan, pihaknya juga menggunakan mobil pemadam kebakaran. Mobil pemadam yang diminta untuk melaju kencang di landasan juga menunjukkan debu abu vulkanik tebal.

“Mobil pemadam turun di runway, dengan melaju kencang. Sehingga, debunya bisa tersingkap. Hasilnya lumayan tebal,” ungkapnya. Dipastikan bandara ditutup, katanya, dan dikhawatirkan mengganggu penerbangan pesawat.

Maka, seluruh operasional pesawat komersial Garuda Indonesia dan Wings Air rute Jember-Surabaya maupun sebaliknya, dibatalkan. “Kami tidak tahu apakah besok bandara dibuka atau tidak. Kami terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, seperti pihak Kementerian Perhubungan dan AirNav terkait dengan aktivitas Gunung Agung di Bali,” ungkapnya.

Pantauan di Bandara Notohadinegoro, sejumlah calon penumpang yang sudah tiba di sana, akhirnya gagal berangkat. Mereka pun juga mengaku tidak tahu bahwa bandara yang berada di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung itu ditutup.

Kebanyakan penumpang tidak mengetahui adanya penutupan bandara dan adanya erupsi Gunung Agung, juga dari media.

Andreas, 45, warga Kupang yang hendak pulang ke rumahnya setelah dari rumah istrinya di Desa Tanjungsari, Umbulsari, juga mengaku kaget dengan ditutupnya bandara. “Saya terpaksa naik bus untuk ke Surabaya. Untuk tiket yang sudah telanjur di beli, pihak Wings Air juga mengembalikan uang tiket,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah oleh Sales Manager Garuda Indonesia Jember Heru Joko Satria kepada Jawa Pos Radar Jember, ini merupakan kejadian alam dan hal yang biasa terjadi dalam dunia penerbangan. “Kami mengikuti dari otoritas. Karena bagi kami keselamatan penumpang yang utama,” jelas Heru.

Dirinya mengatakan, untuk penerbangan kemarin sebenarnya cukup banyak calon penumpang yang akan terbang. Berdasarkan data tiket, ada 70 penumpang untuk penerbangan dari Surabaya ke Jember. Sedangkan sebaliknya ada 68 penumpang yang siap terbang. Pihaknya siap memberikan kemudahan bagi calon penumpang, dan hal itu sudah sering dan dipahami oleh para calon penumpang.

Pihaknya akan memberikan pilihan kepada penumpang untuk tiket yang sudah dibeli. Yakni calon penumpang dipersilakan untuk melakukan refund (pengembalian uang pembelian tiket), rerute (perubahan jadwal penerbangan), ataupun rename alias penggantian nama calon penumpang.

Dia mengatakan, ada sejumlah calon penumpang yang sudah menghubungi pihak maskapai untuk meminta pertanggungjawaban terkait penutupan bandara yang dilakukan, dan sudah dijelaskan oleh pihaknya. (ram/jum/mgc/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :