Sebagian Warga Desa Suger Kidul Salat Idul Fitri Terlebih Dahulu

RADARJEMBER.ID – Sebagian warga yang berada di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso, Selasa hari ini (4/6) melaksanakan salat Idul Fitri 1440 H terlebih dahulu. Mereka merayakan lebaran lebih awal dari yang sudah ditetapkan pemerintah.
Sebagian warga tersebut tinggal di sekitar lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Mahfilud Durror, Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk.

IKLAN

Ponpes itu sendiri punya metode sendiri untuk menentukan awal puasa dan salat hari raya Idul Fitri, yang jatuh pada hari ini, Selasa 4 Juni. Metode itu dibenarkan oleh pengasuh Ponpes yang sudah menjadi generasi ketiga, yakni KH Ali Wafa. Metode tersebut berbeda yang digunakan oleh pemerintah, Muhammadiyah dan NU.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, warga sekitar Ponpes mulai dari menggelar salat tarawih, melaksanakan ibadah puasa, sampai salat Idul Fitri terlebih dahulu. Sebelumnya, ponpes Mahfilud Durror mengadakan salat tarawih 4 Mei malam lalu, dan melaksanakan ibadah puasa tanggal 5 Mei.

Metode yang digunakan Ponpes Mahfilud Durror berdasarkan kitab Nazhatul Majalis, karangan Syech Aburrohman As Shufuri As Syafi’i, menggunakan acuan sistem khumasi dari bahasa Arab, yang artinya lima (khomsatun).

“Ponpes kami melaksanakan salat Idul Fitri hari Selasa 4 Juni. Kadang-kadang salat Ied-nya kami duluan daripada pemerintah. Tapi juga pernah bersamaan,” ucap KH Ali Wafa, saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember beberapa hari lalu.

Kitab Nazhatul Majalis itu sudah dipakai sejak pondok pesantren ini berdiri tahun 1826 lalu. Sehingga sudah dilakukan sejak lama.

Pihak Ponpes Mahfilud Durror juga tak memaksa masyarakat sekitar untuk mengikuti salat hari raya Idul Fitri terlebih dahulu ini. Namun, sudah sejak lama, warga sekitar ponpes puasa dan salat sama dengan yang dilakukan santri ponpes. “Biasanya ratusan sampai ribuan kalau yang salat Idul Fitri,” lanjutnya.

Sekadar diketahui, di sekitar wilayah Ponpes Mahfilud Durror tersebut, juga terdapat dua sekolah formal. Yakni SMP Islam Mahfilud Durror dan SMK Mahfilud Durror.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Hadi Sumarsono