Kecele Kartu Prakerja

Rencana April Dirilis, Tertunda Akibat Korona

MENCARI KERJA: Para pencari kerja saat mengikuti job fair di Balai Latihan Kerja Nasional tahun kemarin. Akibat korona, para pengangguran yang ingin mendapatkan kartu prakerja harus terhenti, lantaran agenda pelatihan pada April ini ditunda.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mereka yang pengangguran dan ingin mencari kerja sepertinya harus bersabar untuk mendapatkan kartu prakerja. Kartu prakerja yang sempat ramai dan akan diberikan insentif akibat wabah korona tersebut, harus tersendat. Sebab, agenda pelatihan serta mendapatkan kartu prakerja di Jember ditunda, tidak lain juga karena wabah korona.

IKLAN

Program kartu prakerja untuk mengatasi jika terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat korona, sempat diutarakan Presiden RI Joko Widodo pada saat konferensi pers pada Maret kemarin. Bahkan, sudah anggaran kartu prakerja dinaikkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun.

Melalui kartu prakerja itu diharapkan, mereka yang kena PHK akibat korona mendapatkan insentif tertentu. Harapannya, insentif tersebut menjadi solusi agar pemasukan bagi mereka masih ada. Sayangnya, kartu prakerja di daerah seperti di Jember tersendat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember Bambang Edy Santoso menjelaskan, sebenarnya kartu prakerja itu April ini bisa rilis, tapi karena korona akhirnya ditunda. Dia pun tidak bisa memastikan kapan bisa menerbitkan kartu prakerja tersebut. “Korona saja juga belum tahu selesai kapan,” paparnya.

Konsep kartu prakerja, kata dia, tidak hanya mendaftar, didata, verifikasi, dan selanjutnya mendapatkan kartu. Tapi ada pelatihannya dulu, sebelum mereka mendapat kartu prakerja. Bambang menjelaskan, konsep kartu prakerja itu hampir sama dengan konsep sebelumnya, yaitu adanya pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja (BLK).

Perbedaan signifikan, dia mengungkapkan, lewat kartu prakerja ini, ada data yang dihimpun terpusat untuk mengetahui berapa besar para pencari kerja di Indonesia. “Mereka yang punya kartu prakerja tentu saja punya skill di bidang tertentu. Karena sudah dilatih,” tambahnya. Bambang masih belum tahu penerapan kebijakan baru tentang kartu prakerja akibat dampak korona tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, jumlah penduduk usia kerja mencapai 1,8 juta jiwa dan yang masuk angkatan kerja adalah 1,2 juta jiwa. Dari angkatan kerja tersebut, tidak semuanya bekerja. Artinya, menyisakan pengangguran sebesar 48.278 jiwa. Persentase status pekerjaan di Jember pun masih didominasi sektor informal yaitu sebesar 59,72 persen. Sedangkan mereka yang bekerja di sektor formal hanya 40,27 persen.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih