Kader Mbalelo, Pecat!

 PDIP Usung Salam-Ifan, PAN Menyusul Kemudian

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lampu hijau bakal pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) Abdussalam dan Ifan Ariadna (Salam-Ifan) sudah menyala. Terbitnya rekomendasi PDIP yang diumumkan siang kemarin (2/9) membawa angin segar bagi keduanya. Tiket pasangan ini pun mulus untuk mendaftar ke KPU Jember. Apalagi, setelah PAN juga menyusul menjatuhkan rekomendasinya ke Salam-Ifan.

Kini, Salam-Ifan resmi menjadi pasangan ketiga yang bisa mendaftar sebagai pasangan calon ke KPU Jember. Seperti diketahui, selain rekomendasi PDIP dan PAN, sebelumnya Partai Golkar juga telah merekomendasikan duet pasangan ini. Dengan demikian, tiket pun telah dikantongi.

Hingga berita ini ditulis, sore kemarin, Salam-Ifan baru mendapat rekomendasi resmi dari ketiga partai tersebut. Pascaturunnya rekomendasi PDIP, Salam-Ifan juga optimistis akan mendapat dukungan beberapa partai lagi. Salah satunya PKB.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan DPC PDIP Jember Widarto menjelaskan, dengan terbitnya rekomendasi cabup-cawabup tersebut, maka seluruh kader partai harus tunduk dan patuh. Menurutnya, apabila ada kader yang membelot, maka partainya sudah menyiapkan sanksi yang tegas. “Itu sering kali disampaikan oleh pengurus DPP (terkait kader yang membelot, Red), baik sekjen, ketua umum, maupun pengurus yang lain,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, kasus pemecatan kader sudah terjadi di Sumatera Utara, di Kota Medan. Jadi, siapa pun, kata dia, jika tidak tunduk dan tidak patuh kepada rekomendasi DPP atau ketua umum, maka bakal mendapat sanksi organisasi yang sudah disiapkan.

Hilangnya satu atau dua kader PDIP, menurutnya, bukan persoalan karena partainya adalah partai kader. Apalagi, hilangnya terjadi akibat ketidakpatuhan kader terhadap partai. “Kita ini partai kader. Kita ini partai pemenang (di Indonesia, Red). Jadi, tentu kehilangan satu dua kader yang tidak patuh dan tunduk pada rekomendasi, bukan suatu masalah,” ucapnya.

Menurutnya, sikap tegas seperti itu patut dilakukan, mengingat sudah ada rekomendasi yang diterbitkan kepada cabup-cawabup yang diusung PDIP. Jika sebelumnya masih ada perbedaan pendapat, maka setelah terbit rekomendasi harus kembali menjadi satu. “Jadi sikapnya jelas, pasti ada sanksi, dan sanksi itu ada di DPP. Kalau kami mengetahui akan mengusulkan ke DPP, tentu disertai bukti-bukti,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Jember Lilik Niamah menyebut, pihaknya belum menerima surat rekomendasi resmi. Lilik pun menyatakan tetap menunggu surat rekomendasi dan membutuhkan kepastian hitam di atas putihnya. “Untuk rekomendasi, kami manut Ketua Umum Zulkifli Hasan,” kata Lilik.

Namun, sumber terpercaya mengabarkan, PAN telah menerbitkan surat rekomendasi kepada pasangan Salam dan Ifan. Surat itu pun ditandatangani oleh Ketua Umum Zulkifli Hasan beserta sekretarisnya. Kendati foto surat rekomendasi telah beredar, tapi PAN Jember tetap menunggu kepastian surat tersebut sampai di tangan pengurus yang ada di Jember.

Sekadar informasi, PKB yang sempat mendeklarasikan pencalonan Ifan Ariadna, hingga berita ini ditulis belum mengumumkan rekomendasinya. PKB santer dikabarkan akan merekomendasi Salam-Ifan.

Sementara itu, PPP yang semakin mengerucut kepada pasangan Hendy Siswanto dan Mohamad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun), juga belum mengumumkan rekomendasi resminya. Partai berlambang Kakbah ini sempat menyatakan ada dua pasangan calon yang ditimang-timang. Akan tetapi, begitu Partai Gerindra tak lagi mengusung Djoko Susanto dan Ahmad Halim, PPP dikabarkan semakin mantap kepada Hendy-Gus Firjaun.

Kini, tersisa dua partai saja, yakni Perindo dan Berkarya. Kedua partai ini belum menyatakan sikap resminya akan menjatuhkan rekomendasi kepada siapa. Perindo disebut-sebut mengarah kepada Salam-Ifan. Sedangkan Berkarya diklaim oleh dua pasangan calon karena terjadi dualisme di internal. Hari ini, PKB, PPP, Perindo, dan Berkarya dikabarkan akan mengeluarkan surat rekomendasinya.

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: Nur Hariri
Fotografer: Grafis Reza