Syahfana, Komunitas Ngaji dan Bersosialisasi: Diawali Pertemanan, Jadi Kegiatan Positif

PEDULI SESAMA: Komunitas pengajian Syahfana Jember bukan hanya sekadar arisan ibu-ibu muda namun juga berbagi bersama sesama yang membutuhkan seperti di sebuah panti asuhan yang ada di Kelurahan Bintoro, Patrang.

RADARJEMBER.ID – Seiring era kekinian, kelompok pengajian kini menjelma tak sekadar untuk mengaji atau mendapatkan siraman rohani semata. Tetapi, para muslimah yang tergabung di dalamnya, seolah menemukan tempat peraduan dalam bersosialisasi dengan visi yang sama. Seperti itu pula yang ada dalam komunitas pengajian Syahfana.

IKLAN

“Awalnya diawali dari pertemanan satu sama lain, akhirnya terbentuk komunitas ini pada 11 Juni 2017,” tutur Nieka Kharisma Arofah, salah satu anggota komunitas Syahfana. Namun, diawal pertemuan tersebut masih menggunakan nama resmi terhadap perkumpulan tersebut. Pasalnya, mereka hanya sekadar kumpul-kumpul bersama saja.

Lama-kelamaan, akhirnya tercetus untuk membentuk komunitas resmi. Nama Syahfana sendiri baru mereka gunakan pada 27 Januari 2018. Dari semula 5 orang, anggotanya berkembang menjadi 16 orang. Menariknya, semuanya perempuan muda. Dengan anggota yang tak terlampau banyak, Syahfana ingin membuat satu penegasan bahwa mereka bukanlah kelompok yang elitis. “Kami terbuka untuk semua perempuan dari latar belakang apa pun. Asalkan punya komitmen yang sama dengan visi-misi kami,” lanjut Nieka.

Meskipun sama-sama muda, namun sebenarnya mereka sama sekali berbeda. Keragaman terlihat jelas kala menilik latar belakang anggota Syahfana. Mulai dari suku, keluarga dan terutama profesi hampir tidak ada yang sama. Beragam profesi menjadi atribusi tiap-tiap anggota Syahfana, mulai dari direktur sebuah rumah sakit,  karyawan bank, pengusaha properti, pengusaha fashion, dokter, notaris, hingga ibu rumah tangga.

“Dengan perbedaan itu yang bisa menyatukan kami dalam satu komunitas, justru makin asyik kalau kumpul, karena bisa timbul ide-ide yang variatif,” lanjut perempuan yang berprofesi sebagai dosen ini. Satu hal yang menjadi ciri khas dari komunitas ini –sebagaimana kelompok arisan perempuan lain– adalah kegemarannya terhadap fashion. Ini terlihat jelas saat mereka berkumpul.

“Memang setiap kami berkumpul, ritual wajibnya berfoto bersama. Untuk mengabadikan momen kebersamaan. Baik itu sekadar hang out di kafe, ataupun ketika pengajian dan baksos,” tutur Shella Norma Yunita, salah satu anggota Syahfana yang berprofesi sebagai notaris.

Reporter :Adi Faizin
Editor :Rangga Mahardika
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :