UT Gelar Pelatihan Mahasiswa-Santri Preneurship

RADARJEMBER.ID – Pada semester 2018/19.2 (2019.1) UT Jember kembali menyelenggarakan pelatihan bagi 446 mahasiswa bidikmisi, CSR, dan kerja sama dari berbagai program studi. Terdiri dari 300 mahasiswa bidikmisi, 82 mahasiswa CSR, dan 64 mahasiswa kerja sama Program Banyuwangi Cerdas (PBC).

IKLAN

Dari tujuh jenis pelatihan yang dipilih mahasiswa, lima di antaranya merupakan pelatihan bidang kewirausahaan atau enterpreneurship. Seperti Pengembangan Bisnis Online, Job Seeking Training, Enterpreneurship Berbasis Pesantren (PesantrenPreneurship,

Membangun Usaha Berbasis Jaringan (Network-Based Bussiness), dan Manajemen Usaha Bagi Enterpreuner Pemula. “Mahasiswa sendiri yang memilih topik pelatihan yang diminati, UT Jember hanya memfasilitasinya,” papar Direktur UT Jember, Prof Imam Farisi.

Besarnya minat para mahasiswa UT terhadap kegiatan bisnis dan kewirausahaan tidak lepas dari dinamika internal yang terjadi di kalangan kaum muda dewasa ini. Mereka yang di kenal pula dengan sebutan generasi Y, berbondong-bondong untuk terjun ke dalam dunia wirausaha. “Mereka terdorong untuk menjadi wirausahawan, lantaran semakin sulit dan sedikitnya lapangan kerja,” lanjutnya.

Jenis-jenis usaha yang digagas para pemuda berusia sekitar 17-21 tahunan ini bermacam-macam. Biasanya mereka memulai usaha dengan menjual barang atau jasa yang dibutuhkan oleh sesama kaum muda seperti aksesoris, baju, makanan ringan, hingga jasa desain logo atau poster.

Seiring berjalannya waktu, aktivitas bisnis mereka dibarengi dengan berkembangnya kecanggihan teknologi. Kesempatan inipun tidak mereka sia-siakan. Kecanggihan teknologi mereka manfaatkan untuk memperluas pasar dan promosi. Namun tak sedikit dari mereka, walaupun melek teknologi, masih kesulitan menemukan “ramuan khusus” untuk memasarkan produknya.

“Inilah yang melatar belakangi penyelenggaraan pelatihan tentang kewirausahaan atau enterpreneurship bagi mahasiswa bisikmisi, CSR dan kerja sama Program Banyuwangi Cerdas Melalui pelatihan ini, diharapkan para mahasiswa dapat memiliki wawasan dan keterampilan bagaimana menjadi wirausahawan mandiri, merintis dan mengelola bisnis secara mandiri,” tegas Imam.

Lebih lanjut Imam menyatakan, kewirausahaan ala pesantren sengaja dikedepankan karena semua mahasiswa bidikmisi dan CSR diasramakan di pondok-pondok pesantren. Ada tiga ponpes besar yang menjadi home base mahasiswa bidikmisi, CSR, dan kerja sama UT Jember yaitu Ponpes Mabadi’ul Ihsan Karangdoro Banyuwangi, Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani (SAQA) Probolinggo, Riyadlus Sholihin Probolinggo, dan Ponpes Hati Probolinggo.

Selain itu, UT Jember juga memiliki jalinan kerja sama kemitraan dengan berbagai ponpes di seluruh wilayah kerjanya. Seperti ponpes Annuriyah Kaliwining Jember, Nurul Qurnain Sukowono Jember, Al Azhar Ledokombo Jember, Madinatul Ulum Tempurejo Jember, Yasinat Wuluhan Jember, Al Falah Silo Jember, Al-Badri Kalisat Jember, dan ponpes Al-Atiq Purwoharjo Banyuwangi. “Karena itu, wajar jika tema utama pelatihan kemahasiswaan kali ini adalah Membangun Mahasiswa-Santri Preneurship,” imbuh Imam.

Pesantren, kata dia, adalah salah satu pusat ekonomi mandiri, yang mampu membangun dan menghidupi dirinya secara mandiri, swasembada, tanpa bantuan dari pihak luar. Jiwa kewirausahaan dan kemandirian seperti inilah yang perlu ditanamkan kepada setiap mahasiswa. Agar kelak, selepas kuliah mereka dapat menjadi wirausahawan-wirausahawan muda yang kreatif, kompetitif, dan mandiri, dan tidak harus menggantungkan pekerjaannya kepada orang lain. “Justru merekalah yang harus menciptakan lapangan pekerjaan baru sesuai dengan perkembangan zaman,” tandas Imam.

Selain itu, melalui pelatihan kewirausahaan ini, mahasiswa UT Jember juga diharapkan bisa berpartisipasi dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang diselenggarakan setiap tahun oleh Ditjen Belmawa Kenristekdikti. Program PMW ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap atau jiwa entrepreneurship berbasis ipteks kepada para mahasiswa agar dapat mengubah pola pikir dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator) serta menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global.

Reporter :

Fotografer : UT Jember for Radarjember.id

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti