alexametrics
20.3C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Sarankan Punya Penampungan Sampah Mandiri

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persoalan sampah seperti tiada habisnya. Tiap daerah, desa hingga kota, sama-sama menghasilkan sampah tiap hari. Hal itu kerap membuat sejumlah tempat penampungan sampah sesak. Bahkan, banyak pula aktivitas warga yang kerap membuang sampah ke sungai.

Sejumlah pakar dan pemerhati lingkungan menilai, persoalan sampah memang butuh penanganan kolektif. Lebih-lebih, didukung oleh pemerintah terkait atau pihak ketiga. Dosen di Prodi Sumber Daya Air dan Lingkungan Pascasarjana Universitas Jember, Yenny Dhokhikoh, mengatakan, kampanye kepedulian tentang sampah harus terus disuarakan.

Menurut dia, Jember sebagai salah satu kota yang padat perlu berinovasi dalam hal pengelolaan dan tata kelola lingkungan. Termasuk urusan sampah. “Perlu mengadopsi sistem dari kota atau daerah yang sudah mandiri mengelola sampahnya. Karena jika dikelola dengan baik, sampah berpotensi menjadi pemasukan, hingga penyerapan tenaga kerja,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Senada dengan Yenny, Ketua World Cleanup Day Internasional (WCDI) Jember Parmuji mengatakan, sampah selama ini dinilainya menjadi persoalan bersama, maka perlu ditangani secara bersama pula. “Langkah sederhana, tiap dusun atau desa perlu punya penampungan sampah sendiri. Itu gerakan kecil, tapi efektif,” kata pria yang karib disapa Jimy tersebut.

Ia menilai, gerakan kecil seperti itu bukan hal sulit. Catatannya, tidak hanya mendukung, tapi juga harus ada yang menggerakkan. “Dan gerakan itu bisa dimulai dari yang paling bawah. Dusun atau desa,” pungkasnya.

 

 

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persoalan sampah seperti tiada habisnya. Tiap daerah, desa hingga kota, sama-sama menghasilkan sampah tiap hari. Hal itu kerap membuat sejumlah tempat penampungan sampah sesak. Bahkan, banyak pula aktivitas warga yang kerap membuang sampah ke sungai.

Sejumlah pakar dan pemerhati lingkungan menilai, persoalan sampah memang butuh penanganan kolektif. Lebih-lebih, didukung oleh pemerintah terkait atau pihak ketiga. Dosen di Prodi Sumber Daya Air dan Lingkungan Pascasarjana Universitas Jember, Yenny Dhokhikoh, mengatakan, kampanye kepedulian tentang sampah harus terus disuarakan.

Menurut dia, Jember sebagai salah satu kota yang padat perlu berinovasi dalam hal pengelolaan dan tata kelola lingkungan. Termasuk urusan sampah. “Perlu mengadopsi sistem dari kota atau daerah yang sudah mandiri mengelola sampahnya. Karena jika dikelola dengan baik, sampah berpotensi menjadi pemasukan, hingga penyerapan tenaga kerja,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu.

Mobile_AP_Half Page

Senada dengan Yenny, Ketua World Cleanup Day Internasional (WCDI) Jember Parmuji mengatakan, sampah selama ini dinilainya menjadi persoalan bersama, maka perlu ditangani secara bersama pula. “Langkah sederhana, tiap dusun atau desa perlu punya penampungan sampah sendiri. Itu gerakan kecil, tapi efektif,” kata pria yang karib disapa Jimy tersebut.

Ia menilai, gerakan kecil seperti itu bukan hal sulit. Catatannya, tidak hanya mendukung, tapi juga harus ada yang menggerakkan. “Dan gerakan itu bisa dimulai dari yang paling bawah. Dusun atau desa,” pungkasnya.

 

 

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Mahrus Sholih

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persoalan sampah seperti tiada habisnya. Tiap daerah, desa hingga kota, sama-sama menghasilkan sampah tiap hari. Hal itu kerap membuat sejumlah tempat penampungan sampah sesak. Bahkan, banyak pula aktivitas warga yang kerap membuang sampah ke sungai.

Sejumlah pakar dan pemerhati lingkungan menilai, persoalan sampah memang butuh penanganan kolektif. Lebih-lebih, didukung oleh pemerintah terkait atau pihak ketiga. Dosen di Prodi Sumber Daya Air dan Lingkungan Pascasarjana Universitas Jember, Yenny Dhokhikoh, mengatakan, kampanye kepedulian tentang sampah harus terus disuarakan.

Menurut dia, Jember sebagai salah satu kota yang padat perlu berinovasi dalam hal pengelolaan dan tata kelola lingkungan. Termasuk urusan sampah. “Perlu mengadopsi sistem dari kota atau daerah yang sudah mandiri mengelola sampahnya. Karena jika dikelola dengan baik, sampah berpotensi menjadi pemasukan, hingga penyerapan tenaga kerja,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu.

Senada dengan Yenny, Ketua World Cleanup Day Internasional (WCDI) Jember Parmuji mengatakan, sampah selama ini dinilainya menjadi persoalan bersama, maka perlu ditangani secara bersama pula. “Langkah sederhana, tiap dusun atau desa perlu punya penampungan sampah sendiri. Itu gerakan kecil, tapi efektif,” kata pria yang karib disapa Jimy tersebut.

Ia menilai, gerakan kecil seperti itu bukan hal sulit. Catatannya, tidak hanya mendukung, tapi juga harus ada yang menggerakkan. “Dan gerakan itu bisa dimulai dari yang paling bawah. Dusun atau desa,” pungkasnya.

 

 

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Mahrus Sholih

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran