Temukan Tongkol Tak Layak Konsumsi

Sidak Pedagang Ikan di TPI Puger

CEK KUALITAS IKAN: Muspika Puger bersama Puskesmas Puger melakukan sidak pedagang ikan di TPI Puger, kemarin (2/1). Petugas memeriksa kelayakan ikan yang dijual oleh pedagang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pascapetaka ratusan warga keracunan ikan jenis tongkol locok atau tongkol tikus saat malam pergantian tahun, Muspika Puger melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger. Ini dilakukan untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah warga yang keracunan karena membeli ikan yang tak layak konsumsi.

IKLAN

Sebelum melakukan sidak, jajaran muspika menggelar rapat bersama di Polsek Puger. Sidak yang dipimpin Kapolsek Puger AKP Ribut Budiono juga diikuti Kepala Desa Puger Wetan Inwan Nulloh dan Kasi Trantib Kecamatan Puger Muhyadi. Mereka menyasar para pedagang ikan yang membuka lapak di sekitar dermaga kawasan TPI.

Petugas mengecek ikan yang dijual dan memastikan apakah hewan laut itu masih layak konsumsi atau tidak. Saat sidak, petugas menemukan ada sebagian pedagang yang menjual tongkol tikus yang disebut menjadi musabab insiden keracunan massal. Tapi, saat dilihat, tongkol yang dijual masih segar dan layak konsumsi.

Setelah pindah ke lapak pedagang lain, petugas menemukan ikan jenis tongkol tikus yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Melihat hal itu, Kepala Puskesmas Puger dr Yayuk langsung mengambil ikan yang ada di nampan plastik kemudian membuka bagian insangnya.

Ternyata, bagian insang ikan itu warnanya sudah tak merah lagi, melainkan agak pucat. Karena itu, ikan itu dinilai tak layak konsumsi lagi. Selain mengecek insang, petugas juga melihat kondisi mata ikan. “Karena ikan yang masih segar bisa dilihat dari insang dan mata. Kalau mata sudah berwarna merah, jangan dibeli,” ujarnya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Ribut Budiono mengatakan, setelah terjadi kasus ratusan warga mengalami keracunan, pihaknya bersama anggota muspika yang lain dan Puskesmas Puger langsung melakukan sidak. Ini agar kejadian tersebut tak semakin parah, mengingat jumlah warga yang mengalami keracunan terus bertambah. “Kami mengimbau kepada pedagang ikan untuk tidak menjual ikan yang sudah tak layak konsumsi,” imbaunya.

Sementara itu, terkait penemuan ikan yang secara ciri-ciri fisik tak layak, pihaknya masih akan memeriksa lebih lanjut. Sebab, kata dia, ikan itu layak atau tidak bisa dibuktikan setelah dibawa ke Laboratorium Dinas Kesehatan Jember.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih