Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (Igman Ibrahim/JawaPos.com)

JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada September 2019 terjadi deflasi sebesar 0,27 persen. Sehingga secara tahun kalender (Januari-September 2019) inflasi tercatat sebesar 2,2 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun (September 2018-September 2019) sebesar 3,39 persen.

IKLAN

Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok bahan makanan sebesar 1,97 persen. Sementara itu, terjadi kenaikan indeks harga konsumen di sejumlah kelompok pengeluaran.

Di antaranya, yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,28 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,09 persen; kelompok sandang sebesar 0,72 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,32 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,47 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.

“Komponen inti pada September 2019 mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Inflasi inti tahun kalendernya sebesar 2,62 persen, sedangkan inflasi inti tahun ke tahun sebesar 3,32 persen,” kata Kecuk, sapaan Suhariyanto dalam paparan, Selasa (1/10).

Lebih lanjut dia menyampaikan, dari 82 kota IHK, sebanyak 70 kota mengalami deflasi dan 12 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,94 persen dan deflasi terendah terjadi di Surabaya sebesar 0,02 persen.

Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 0,91 persen dan inflasi terendah terjadi di Watampone dan Palopo masing-masing sebesar 0,01 persen.

Editor : Estu Suryowati