Minta Surat dan Masterplan, PTPN XII Tegaskan Dukung Pengembangan Bandara Notohadinegoro

Jumai/Radar Jember TUNGGU SURAT: Alat berat yang telanjur didatangkan untuk pekerjaan pelebaran jalan akses menuju bandara Notohadinegoro mangkrak. Pekerjaan pelebaran belum bisa dilaksanakan karena pihak PTPN XII belum menerima surat dari bupati dan masterplan.

RADARJEMBER.ID – PTPN XII melalui Manajer Kebun Mumbul akhirnya buka suara terkait dengan penghentian alat berat untuk pengerjaan pelebaran akses jalan masuk bandara. Mereka hanya meminta surat dari Bupati Jember termasuk master plan untuk pengembangan Bandara Notohadinegoro Jember.

IKLAN

“Kami sangat mendukung dan antusias dengan pengembangan bandara Jember,” tegas Kis Hartono, Manajer Kebun Mumbul, kemarin siang. Dirinya mengatakan, pengembangan bandara ini juga bisa meningkatkan kesejahteraan bersama untuk masyarakat Jember. Oleh karena itu, pihaknya tidak ada niat untuk menghambat pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Jember.

Namun, di lain sisi pihaknya juga tidak ingin disalahkan dalam hal pelaksanaan pelebaran jalan masuk bandara ini. “Kami hanya butuh surat dari Bupati Jember untuk pengembangan bandara ini,” tegas Kis. Bukan hanya sekadar pembicaraan lisan, melainkan surat resmi dari Pemkab Jember. Pasalnya, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan surat dari Bupati Jember terkait dengan pengembangan bandara ini.

Pihaknya sebenarnya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Jember melalui Kepala Bagian Hukum untuk meminta surat itu. Namun, hingga kemarin surat tersebut belum juga ada. Yang ada hanya surat dari Pemkab Jember kepada Dirjen Kementerian Perhubungan. Pihaknya hanya mendapatkan tembusan dari surat tersebut.

“Tapi surat dari Bupati Jember ke PTPN XII belum ada,” jelasnya. Padahal, surat dari bupati ini nantinya akan menjadi dasar bagi pihaknya untuk melaporkan kepada jajaran direksi. Direksi ini nantinya akan berkirim surat kepada komisaris dan pemegang saham PTPN XII yang ada di Surabaya.

Dengan demikian, hingga kemarin pihaknya belum mendapatkan surat dari direksi PTPN XII Surabaya untuk mengizinkan pembangunan proyek pelebaran jalan masuk ke bandara itu. Tanpa adanya surat tersebut, pihaknya tidak mendapatkan izin dari pimpinan direksi dan pemegang saham untuk mengizinkan pelaksanaan pelebaran jalan masuk ke bandara.

“Kami kan tidak ada pegangan untuk dasar mengizinkan pengembangan bandara, termasuk pelebaran jalan masuk ke bandara,” jelas Kis. Pihaknya tidak akan berani dan tidak akan mengizinkan pengerjaan proyek di lokasi sekitar bandara. Apalagi, pihaknya juga sempat ditegur oleh dewan komisaris terkait rencana pelebaran jalan masuk ke bandara itu.

Jika dibiarkan, ini bisa berdampak pada masalah hukum yang bisa terjadi kepada dirinya selaku pihak yang diberikan amanah untuk menjadi manajer di Kebun Mumbul. “Bisa jadi yang kena (masalah hukum, Red) kami, tentu kami tidak mau ambil risiko,” jelasnya. Dirinya menjelaskan jika yang dilakukan oleh pihaknya ini sesuai dengan GCG (good corporate governance), yakni tata kelola pemerintahan yang terbuka dan baik.

Oleh karena itu, pihaknya pun meminta kepada Pemkab Jember untuk menaati aturan sesuai dengan administrasi pemerintahan yang benar. Sejauh ini, dirinya mengaku untuk proyek pelebaran jalan ini memang sudah mendapatkan surat dari DPU Bina Marga dan Sumber Daya Air. “Ada surat dari PU untuk meminta izin pembangunan pelebaran akses masuk bandara, tetapi sudah dijawab bahwa harus ada surat dan master plan pengembangan bandara,” jelasnya.

Maksudnya adalah surat tentang rencana pengembangan bandara secara keseluruhan yang akan dilaksanakan Pemkab Jember. “Bukan hanya surat, tetapi juga master plan untuk pengembangan Bandara Notohadinegoro,” tegas Kis. Dalam master plan ini, nantinya akan diketahui seperti apa pembangunan Bandara Jember.

Master plan bandara belum sempurna, diminta untuk diperbaiki,” jelas Kis. Dan perbaikan ini menjadi tanggung jawab Pemkab Jember yang dikoordinasikan dengan Angkasa Pura. Bahkan, saat MoU dengan Angkasa Pura, Kementerian Perhubungan dan Pemkab Jember beberapa waktu lalu juga belum tuntas.

Bahkan, pihaknya mendapatkan kabar bahwa di master plan bandara yang baru akan ada perubahan besar-besaran di Bandara Notohadinegoro Jember. “Kabarnya, nantinya akses masuk bandara dari sisi barat, bukan timur seperti sekarang. Kan nanti malah sia-sia pembangunan jalan masuk ini,” jelas Kis menambahkan.

Oleh karena itu, pihaknya pun meminta master plan yang akan digarap ini juga disertakan. Termasuk akan dijadikan seperti apa Bandara Notohadinegoro nantinya.

Reporter : Rangga Mahardika, Jumai
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah
Fotografer: Jumai,

Reporter :

Fotografer :

Editor :