Minta Semua Pihak Terlibat Mencapai SDGs

DIMINTA MENCAPAI TARGET: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) RI Bambang Brodjonegoro dalam kegiatan workshop SDGs.

RADAR JEMBER.ID – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) RI Bambang Brodjonegoro mengajak semua pihak terlibat aktif dalam pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Pihak swasta, akademisi, LSM, media massa, bahkan anak muda  diharapkan terlibat aktif sesuai dengan fungsi, peran, dan kemampuannya. Sebab, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri memenuhi 17 target SDGs yang telah ditetapkan oleh PBB.

IKLAN

Ajakan ini disampaikan Menteri PPN saat memberikan arahan dalam kegiatan workshop SDGs bertema Konsolidasi Arah Kebijakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang digagas oleh Program Pascasarjana dan Kelompok Riset SDGs Center Universitas Jember di Gedung Soerachman, Rabu (31/7) malam.

Peran perguruan tinggi seperti mengkaji bagaimana seharusnya mencapai target SDGs, media massa memberikan pemahaman kepada khalayak akan tujuan SDGs, sektor swasta dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan lainnya. “Tujuan SDGs mewujudkan dunia tanpa kemiskinan, layanan kesehatan bagi semua orang, tak ada lagi kelaparan, lingkungan yang lestari,” kata Bambang.

Semua itu mustahil dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Seringkali kata development diasosiasikan hanya sebagai tugas pemerintah.

Dia mencontohkan, manfaat dari keterlibatan itu mampu membuat daerah lain lebih sejahtera. Seperti desa di pelosok Provinsi Jambi yang baru merasakan listrik setelah 37 tahun. Yakni  dengan adanya pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro itu didanai bersama oleh pihak bank dan CSR-nya,  dermawan, bahkan zakat yang terkumpul oleh Baznas. “Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar dengan baik di malam hari, hasil kebun berupa kopi dapat diolah jadi kopi bubuk, yang akhirnya meningkatkan taraf hidup, taraf kesehatan, dan taraf ekonomi warga desa. Artinya, turut mewujudkan pencapaian target SDGs,” jelasnya.

Anak muda, kata dia, juga memiliki peran yang sama. Misal memulai social entrepreneurship berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Seperti membuat aplikasi yang menghubungkan antara petani atau nelayan dengan pembeli secara langsung. “Mereka memutus rantai panjang penjualan, sehingga meningkatkan penghasilan petani dan nelayan, serta mewujudkan bisnis yang lebih fair,” paparnya.

Bambang menilai, Unej berpotensi, sebab memiliki akademisi dan mahasiswa. Blended finance dan social entrepreneurship dapat menjadi kunci pelibatan banyak pihak dalam mencapai target SDGs.

Dalam mencapai target SDGs, pemerintah bertindak sebagai dirigen yang memandu berbagai pihak itu agar mampu bekerja sama dalam mewujudkan 17 target SDGs tahun 2030. “Beruntunglah Jatim memiliki SDGs Center yang ada di Unej. Jadi, silakan Bappeprov dan Bappeda Jatim berkonsultasi dengan SDGs Center di Unej dalam merencanakan dan mengaplikasikan program-program kegiatannya,” tuturnya.

Sementara itu, Bobby Sumiarso, Kepala Bappeprov Jawa Timur menyampaikan, masalah pengurangan angka kemiskinan yang masih di angka 10,37 persen menjadi PR utama. Selain itu, meningkatkan angka indeks pembangunan manusia (IPM) dan mengatur bonus demografi yang ada. “Kami juga menghadapi masyarakat yang rentan jadi miskin akibat faktor inflasi, kenaikan bahan pokok, atau bencana alam,” terangnya.

Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember, menegaskan, komitmen Kampus Tegalboto untuk bekerja sama dengan semua pihak untuk mewujudkan target SDGs. “Kami sudah punya modal dengan adanya kelompok riset SDGs Center. Mahasiswa telah dikerahkan melalui program KKN tematik,” pungkasnya. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi