Kejari: Tugas Pihak Ahli Masih Terpecah

Kapan Tersangka Kasus Pasar Ditetapkan?

MASIH JADI TEKA-TEKI: Progres pengembangan perkara dugaan korupsi pasar berjalan lambat

RADAR JEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi proyek Pasar Manggisan, Kecamtaan Tanggul, masih belum menemui titik jelas. Siapa dalang dibalik perkara tersebut? Kapan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember akan menetapkan tersangkanya?

IKLAN

Herdian Rahardi, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jember mengatakan, sekarang masih proses menggandeng beberapa ahli untuk  mendalami catatan yang ada. Terkait spesifikasi pekerjaan sampai penemuan beberapa barang lainnya. “Jadi, kami kemarin (Rabu, Red) turun yang terakhir kalinya bersama ahli. Semestinya juga harus mengajak pihak kontraktor dan BPK untuk sama-sama mengetahui. Barangkali hasil temuan itu, kontraktor maupun BPK menganggap ada yang perlu diklarifikasi,” jelas Herdian.

Menurut dia, dalam tanda tangan berita acara pemeriksaan lapangan, pihak kontraktor dan BPK belum sempat hadir. Sebab, masih berada di luar kota. “Jadi, kemarin sudah fix. Apa yang menjadi temuan ahli dibenarkan oleh kontraktor pelaksana. Dalam hal ini hadir juga Agus Salim, Direktur PT Dita Putri Waranawa,” paparnya.

Saat disinggung mengapa proses perkara ini lama, Herdian mengaku, karena tugas pihak ahli  masih terpecah. Selain harus menghitung nilai fisik dari progres pengerjaan Pasar Manggisan, ahli juga dimintai bantuan oleh Kejari serta Polres Bondowoso guna melakukan audit fisik pekerjaan yang ada di sana. Mereka membagi waktu. “Jadi, kalau ada informasi di luar terkait perkara ini sudah tidak lagi on the track, itu tidak benar,” tegasnya.

Ditanya apakah pihak Kejari Jember salah dalam menganilis kasus ini, Herdian membantahnya. “Saya kira tidak. Kan ini masih dalam sprindik (surat perintah penyidikan, Red) umum, jadi masih bisa mengerucut. Apalagi, kami juga harus berkolaborasi dengan beberapa pihak, seperti BPKP Jatim dan Fakultas Teknik Unej,” beber pria asli Jember ini.

Dari semua proses, mulai dari pemeriksaan para saksi, penyitaan barang bukti, sampai keterangan ahli, nantinya bakal disajikan dengan fakta hukum yang ada. “Dari ahli ini kami akan kerucutkan lagi. Tindak pidana korupsinya pada tahap apa dalam pengerjaan pasar ini,” imbuhnya.

Di samping itu, Herdian sempat ditanya apakah pindahnya Kepala Kejari (Kajari) Jember Ponco Hartanto ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah sebagai Kasi Intel, berpengaruh terhadap kelanjutan perkara ini. Dia menanggapinya dingin. Dia menuturkan dan menjawab tidak berpengaruh.  Perkara tetap berjalan, karena sudah ada timnya masing-masing. “Tim ini masih jalan, meskipun jalannya tidak cepat,” akunya.

Kejari Jember sudah memeriksa lebih dari 30 orang yang menjadi saksi dalam kasus ini. Sejak disegel tanggal 26 Juni lalu, Pasar Manggisan sampai sekarang masih belum jelas kapan dibuka lagi penyegelannya. Dugaan korupsi ini merupakan pengembangan kasus pembangunan 12 pasar tahun 2018 lalu. Sejauh ini, Pasar Manggisan yang menjadi perhatian Kejari Jember. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi