Jangan Lagi ada Kegaduhan

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Sehari setelah ada Kepala BKD pamitan mau mengundurkan diri, Wakil Bupati memimpin apel pagi. Pihaknya menegaskan kepada seluruh ASN dijajaran Pemkab Bondowoso agar jangan lagi ada kegaduhan. ASN harus bekerja dengan baik dan giat.

IKLAN

Wakil Bupati Irwan Bachtiar mengungkapkan, dirinya sengaja memimpin apel pagi. Tujuannya untuk memberi motivasi. Sebab pihaknya merasa ada kegaduhan ditubuh Pemkab Bondowoso. Karenanya harus turun tangan. “Jangan ada kegaduhan, jangan lagi ada intrik-intrik yang memecah belah antara bupati dan wakil bupati,” jelasnya.

Dengan lantang Irwan menegaskan, bupati dan wakil bupati adalah dwi tunggal yang dipilih rakyat secara demokratis pada 2018. Suka tidak suka, bupati dan wakil bupati yang menjadi pimpinan tertinggi. Ia meminta jangan sampai ada ASN yang dihantui rasa ketakuan maupun tekanan dari pihak manapun. Karena bisa mengendorkan semangat dalam bekerja.

Selama kepemimpinan sembilan bulan, Wabup Irwan mengungkapkan rasa bangganya kepada seluruh jajaran ASN di Pemkab Bondowoso. Sebab para ASN adalah orang hebat. Sebab selama ini sudah menorehkan beberapa prestasi di Bondowoso. Himbauannya, jangan kemudian prestasi yang ditorehkan justru memperlambat kinerja. “Jangan lagi ada kegaduhan. Bekerjalah dengan tenang. Nawaitukan semuanya dengan ibadah. Karena semua yang dilakukan adalah nawaitunya ibadah, mencari rido Allah. Semua akan dipertanggungjawabkan kehadirat Allah kelak,” jlentrehnya.

Pihaknya menegaskan, jangan sampai ada intimidasi mau dipindah, ada intimidasi mau ditenggelamkan dan sebagainya. Pihaknya siap memasang badan, menajdi benteng para ASN yang selama ini telah mengabdikan diri kepada Pemkab Bondowoso dengan penuh jiwa raganya.

Hal terakhir yang disampaikan dalam sambutan Apel Pagi Pemkab Bondowoso itu, pihaknya tidak ingin ada lagi polemik ditubuh Pemkab. “Saya tidak ingin dan jangan ada lagi oknum membangun pemerintahan dalam pemerintahan. Pimpinan adalah bupati dan wakil bupati. Dan dipilih secara demokratis,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Salwa Arifin mengenai adanya surat pengunduran diri Kepala BKD Bondowoso, mengaku jika surat pengajuan itu sudah ada dimejanya. Berbicara pengunduran diri, menurutnya menjadi hak asasi setiap ASN. Jika memang merasa betul-betul sudah sulit untuk menjalankan tugas, maka pihaknya menerima. “Masih belum (di setujui, Red), tapi sudah ada di meja saya,” jelas bupati.

Mengenai adanya beberapa OPD akan mundur, pihaknya menghimbau sebaiknya tidak terjadi. Sebab tiak bagus juga untuk Bondowoso. Sedangkan adanya alasan Kepala BKD mau mundur, menurutnya karena ada kesalahpahaman. Seharusnya tidak perlu ada ketersinggungan secara berlebihan. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor :