Jamaah Haji Diminta Ikhlas dan Sabar

Cuaca Ekstrem Tak Halangi Ibadah

TERIK: Cuaca panas tak menghalangi jamaah haji asal Jember melaksanakan ibadah sunah. Seperti mengunjungi Jabalrahmah yang dilakukan

MAKKAH RADAR JEMBER.ID – Cuaca ekstrem tak menghalangi para jamaah haji melaksanakan ibadah, meskipun ritual yang dilakukan tergolong sunah. Padahal, suhu di Kota Makkah terbilang cukup panas dibandingkan Jember, yakni mencapai lebih dari 35 derajat celsius.

IKLAN

Subhan, salah seorang jamaah haji menuturkan, para jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 47, sebagian besar masih dalam kondisi sehat. Hanya satu jamaah perempuan yang sakit, karena tak terbiasa dengan cuaca panas. “Tapi sudah dirujuk ke Rumah Sakit King Abdul Azis. Kami belum tahu apa penyakitnya, karena masih tahap pemeriksaan,” katanya, kemarin (1/8).

Menurut jamaah asal Desa/Kencong ini, jamaah mendapat jatah makan dua kali plus roti untuk sarapan. Sedangkan fasilitas hotel, jaraknya ke Masjidilharam sekitar 2,5 kilometer. Kata dia, dengan fasilitas seperti itu, jamaah yang tergabung dalam kelompoknya tak sulit menjangkau berbagai tempat di Makkah untuk beribadah.

Selain itu, lanjut Subhan, mereka juga disediakan transportasi untuk memudahkan jamaah yang hendak berziarah ke berbagai tempat. Salah satunya ke Jabalrahmah yang memiliki cuaca lebih panas. “Sebenarnya Jabalrahmah adalah salah satu tempat ziarah. Waktunya pun kondisional, tergantung masing-masing rombongan mau ke sana kapan,” tambahnya.

Cerita serupa juga disampaikan jamaah haji lain. Menurutnya, cuaca ekstrem mengancam kesehatan jamaah. Kendati begitu, dia tetap bersyukur karena selama menjalankan ibadah pamungkas bagi umat Islam tersebut, dirinya diberi kesehatan. Dua orang yang sekamar dengannya ada yang terserang flu dan batuk. “Yang muda kena flu berat, tapi agak memaksakan diri beribadah. Katanya, mumpung di Tanah Suci. Jadi, maunya Tawaf setiap hari,” ujarnya.

Dia memahami, kondisi cuaca merupakan ujian bagi jamaah melatih kesabaran. Belum lagi kalau ada badai pasir halus. Karena itu, jamaah jangan sampai emosi sedikit pun, termasuk ketika menerima ujian dalam bentuk lain. “Semuanya sudah diisyarati dengan kalimat semampumu. Ini wilayah ujian yang sangat berat. Baik secara fisik maupun mental,” tuturnya.

Dia menyebutkan, banyak godaan yang memancing emosi jamaah haji. Contohnya, ada seorang jamaah asal Pakistan yang sedang salat sunah di belakang Makam Ibrahim, persis di sebelahnya. Saat sujud, kata dia, rupanya kepala jamaah itu terserempet kursi roda yang lewat. Sedangkan dia sendiri, tangannya diinjak oleh perempuan India ketika bersujud. “Harus sabar. Karena sabar juga membantu khusyuk,” tandasnya. (*)

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih