Ranggajati Mandek, Wings Air Mulai Terbang

BELUM RAMAI: Mulai 1 Juli kemarin, maskapai Wings Air kembali beroperasi di Bandara Notohadinegoro Jember. Sedangkan untuk moda transportasi kereta api, masih ada beberapa perjalanan yang belum diaktifkan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua transportasi udara dan darat di Jember mulai menyambut masa NewNormal. Selain kereta api, beberapa armada bus pun sudah mulai berjalan lagi. Tak hanya bus ekonomi saja, bahkan bus kelas patas kembali melayani rute Jember-Surabaya.

Tak hanya moda transportasi darat, modatransportasi udara juga bakal siap terbang kembali dengan jadwal semula. Mulai Juli ini, maskapai tunggal di Bandara Notohadinegoro Jember, yakni Wings Air, kembali melayani rute penerbangan Jember-Surabaya PP setiap hari.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Edi Purnomo kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (1/7). “Mulai bulan ini Wings Air terbang setiap hari. Sehari hanya ada sekali penerbangan, landing pukul 11.20 dan takeoff pukul 11.40,” ucap Edi.

Meski beraktivitas seperti semula, lanjut dia, namun para calon penumpang tetap wajib mengantongi surat izin untuk bisa terbang. Salah satunya surat rapidtestyang berlaku selama 14 hari.

Lebih lanjut, tiket terendah untuk Wings Air dipatok dengan harga Rp 439 ribu. Sebelum ini, selama Juni lalu, maskapai Wings Air memutuskan untuk tidak beroperasional di Bandara Notohadinegoro Jember. “Karena memang minim penumpang yang ingin naik pesawat,” lanjut Edi.

Menurut Edi, kebanyakan penumpang tidak memilih pesawat karena syarat rapidtestsebelumnya hanya berlaku selama tiga hari saja. Tetapi kini diperpanjang masa berlakunya hingga 14 hari. “Alasan penumpang sepi adalah masa berlaku rapidtest yang mepet. Cuma tiga hari, kalau semisal pesawatnya cancel ya habis masa berlakunya,” tutur Edi.

Berbeda dengan maskapai penerbangan yang mulai normal, moda transportasi kereta api masih belum sepenuhnya dijalankan. Sebab, tidak semua keberangkatan memiliki okupansi penumpang yang tinggi. KA yang sementara ini diberhentikan adalah KA Ranggajati dengan relasi Jember-Cirebon PP.

Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 9 JemberMahendro Trang Bawono, per 1 Juli kemarin KA Ranggajati resmi dihentikan sementara waktu. “Rata-rata volume penumpang KA Ranggajati per harinya hanya dibawah sepuluh persen dari kapasitas yang disediakan. Selama beroperasi mulai 12 Juni sampai 29 Juni, KA Ranggajati hanya mengangkut 407 penumpang,” ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 4.878 penumpang telah diangkut PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember sejak dioperasikannya kembali kereta api. Sedangkan sebanyak 628 penumpang tidak dapat melanjutkan perjalanannya, karena tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“Sejak dioperasikannya kembali KA Reguler mulai 12 Juni, terdapat 5.506 penumpang yang kami verifikasi. Di mana 628 atau 11 persen penumpang ditolak berangkat karena tidak memenuhi persyaratan untuk melakukan perjalanan,” jelas Mahendro.

Hingga saat ini hanya ada tiga KA yang masih beroperasi dalam masa transisi New Normal di Daop 9 Jember. Yaitu KA Probowangidengan relasi Surabaya Gubeng-Ketapang PP, KA Sritanjungdengan relasi Lempuyangan-Ketapang PP, dan KA Tawang Alun dengan relasi Malang-Ketapang PP. Ketiga KA tersebut merupakan kereta dengan kelas ekonomi.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi