Gara-Gara Nyunat Honor Manggung di Pendopo Bupati, Dua PNS Disanksi

JEMBER KOTA – Padahal hanya urusan honor manggung untuk acara pemerintahan di Pendapa Bupati Jember. Namun, dua oknum aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember ini masih nekat menyunat hak yang harusnya diterima seniman.

IKLAN

Ketahuan Bupati Faida, kedua ASN berinisial EN dan DN itu pun langsung dicopot dari tempat kerjanya. “Saya tidak mau ada pungli. Di mana pun tempat tugasnya, sampai ketahuan pungli, langsung saya copot,” kata Faida, saat diwawancarai Sabtu (30/6) kemarin.

Terbongkarnya pemotongan honor seniman manggung di pendapa bupati tersebut setelah Faida menerima laporan disertai bukti yang autentik.

Modusnya, oknum ASN yang mengundang seniman manggung di acara pemerintahan, langsung memotong honornya dengan berbagai alasan. Salah satunya, untuk biaya administrasi dan lain-lain.

Sedangkan penerima honor diminta menandatangani surat penerimaan duit yang lebih besar, ketimbang honor yang diterimanya.

Masih kata Faida, sanksi tegas itu langsung dia tanda tangani setelah inspektorat menuntaskan penyelidikan kasus pungli tersebut. Alhasil, kedua oknum ASN terbukti telah melakukan pemotongan honor seniman. “Persoalan sejak kapan praktik haram itu dilakukan, kami lakukan penyelidikan lebih dalam lagi,” tuturnya.

Faida tegas, semisal ada oknum lain yang terlibat, semua akan dituntaskan perkaranya. Dia pun berani ambil risiko mencopot pejabat sekali pun, jika sampai terbukti terlibat dalam pemotongan honor seniman yang mengarah pada pungli.

Perlu diketahui, pencopotan ASN dari tempat tugasnya karena terbukti pungli bukan hanya sekali ini terjadi di pemerintahan Faida-Muqit. Sebelum Lebaran, Lurah Mangli berinisial TI kena batunya dan dicopot, karena terbukti menyebar surat edaran yang berisi permintaan THR ke pelaku usaha di wilayahnya.

Tidak selesai di sana. Seorang kepala seksi (Kasi) Pelayanan Umum di Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates berinisial SR, juga dicopot karena ketahuan ngemplang pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB), milik perusahaan pengembang peruhamahan di kelurahannya.

Selain itu, ada oknum Sekcam Bangsalsari yang juga harus dicopot dari jabatannya, juga karena ketahuan pungli. Membuat Bupati Faida semakin marah, karena duit yang dipungli di Bangsalsari ini notabene milik mahasiswa yang sedang melakukan tugas kampusnya di kecamatan tersebut.

Bupati Faida pun menegaskan, siapa pun yang mengetahui ada praktik pungli di Pemkab Jember, boleh langsung lapor ke dirinya. Namun, supaya tidak mengarah pada fitnah, dia meminta pelapor harus melengkapi bukti dan saksi. “Jika memang ada pungli, ayo kita perangi bersama,” pungkasnya. (rul/mgc/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :