Stok Beras Aman sampai Tahun Depan

PANGAN AMAN: Musim panen kemarin, petani di daerah Sukorejo tidak mengalami kendala. Baiknya pertanian Jember membuat Kota Tembakau ini selalu surplus dalam beras, termasuk dalam stok beras saat moment Lebaran.

RADARJEMBER.ID – Meningkatnya permintaan komoditas pangan termasuk beras pada momen Lebaran tidak perlu dicemaskan oleh masyarakat. Sebab, stok beras di Subdivre Bulog Jember masih aman. Bahkan sampai tahun depan.

IKLAN

Waka Bulog Subdivre Jember Vika Treshna mengatakan, masyarakat tidak perlu cemas akan kemungkinan terjadi kesulitan komoditas pangan terutama beras pada moment Lebaran ini. Sebab, stok beras di gudang Bulog Jember masih banyak. “Stok beras aman. Tidak perlu khawatir. Stok beras kami juga melebihi kebutuhan beras warga Jember,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kata dia, stok beras di Bulog Jember ini setidaknya 30 ribu ton. Jumlah tersebut adalah secara total baik beras medium ataupun premium. Bahkan, banyaknya stok beras dari Jember tersebut juga menyuplai kebutuhan beras di daerah Madura dan di daerah timur Indonesia. “Penyaluran beras ke daerah luar per bulan itu sampai dua ribu ton. Jumlah tersebut juga tidak akan berpengaruh untuk kebutuhan warga Jember. Jadi, aman-aman saja,” kata pria asal Surabaya ini.
Vika menjabarkan, kebutuhan masyarakat Jember berdasarkan kalkulasi rata-rata penjualan per bulan itu tiga ton. Jumlah tersebut ditambah distribusi ke luar daerah dua ribu ton, sehingga per bulan Bulog Jember mengeluarkan beras setidaknya 2,3 ribu ton. “Dengan per bulan mengeluarkan 2,3 ribu ton dan stok kami setidaknya 30 ribu ton. Maka untuk stok beras sangat aman bahkan sampai tahun depan sekalipun,” paparnya.
Bulog pun siap menggelontorkan beras dalam operasi pasar saat kondisi harga beras di pasar meningkat pada momen Lebaran. “Tugas kami ini menstabilkan, maka jika ada gejolak kami akan gelontor dengan operasi pasar agar harga beras itu stabil,” tutur alumnus Universitas Airlangga ini.
Pada masa panen kedua yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, lanjut dia, Bulog Subdivre Jember siap menyerap gabah dari petani. Terpenting, kata dia, petani juga harus memenuhi gabah kering giling (GKG). “Harga per kilogram GKG itu Rp 5.115, dengan catatan harus tiba di gudang Bulog. Jika Bulog jemput bola harga per kilogram GKG itu Rp 5.060,” jelasnya.
Dia menjelaskan, rata-rata gabah kualitas petani ini hanya gabah kering sawah atau GKS. Sehingga, tidak bisa masuk ke Bulog. Dia berharap petani harus bisa mengeringkan lagi gabahnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono