Penghuni Besini Mudik Lebih Dulu

MINIM AKTIVITAS: Kondisi Besini selama Ramadan tampak sepi. Sebulan, aktivitas lebih banyak diisi oleh penduduk asli.

RADARJEMBER.ID– Lebaran menjadi berkah bagi setiap orang. Mereka yang berada di luar kota akan menyempatkan diri untuk merayakannya di kampung halamannya. Sejumlah orang memiliki cara tersendiri dalam menjalankan aktivitas setahun sekali itu.

IKLAN

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah warga di Besini, Puger. Seperti Lebaran umumnya, lokalisasi itu memiliki kebudayaan yang tidak jauh berbeda dengan masyarakat kebanyakan. Mereka juga berpuasa, turut meramaikan masjid, dan turut serta melakukan mudik.

Johan, salah seorang ketua RW di Besini mengatakan, setiap tahunnya orang-orang yang tinggal di daerah tersebut rutin mudik. “Lebaran yah seperti kaya biasanya. Ndak ada bedanya dengan yang lain,” tuturnya.

Menurutnya, warga banyak yang berasal dari sejumlah daerah. Hal itu yang membuat mereka ada yang menyempatkan diri untuk mudik. “Mereka ada yang mudik ke luar kota. Seperti di Tulungagung, Blitar, Banyuwangi, Lumajang, dan lain-lain,” imbuhnya. Penghuni itu akan kembali setelah merayakan Lebaran ketupat atau tujuh hari setelah Idul Fitri.

Meskipun ada yang mudik, namun warga asli lebih banyak menetap di Besini. “Banyak warga yang tinggal dan menetap di sana. Saat memasuki Lebaran, mereka tetap melakukan aktivitas seperti halnya komunikasi warga pada umumnya,” tuturnya. Bahkan, setelah mereka mudik itu, menurutnya, para warganya memiliki tradisi halalbihalal sekembalinya mereka dari mudik.

Untuk aktivitas di Besini, lanjut Johan, sejak awal kali Ramadan kemarin memang sudah ditutup. “Aktivitas di Masjid Nurul Hidayah Besini ini, juga tidak pernah sepi, kok. Setiap hari selalu ada yang turut meramaikan,” jelasnya.

Dia meyakini, para warganya yang tinggal di daerah tersebut memiliki semangat beribadah yang tinggi, meskipun di tengah kondisi lingkungan yang demikian.

Dia juga menyayangkan, adanya penyematan lokalisasi selalu mengarah pada satu tempat di daerahnya itu. Padahal menurutnya, masih banyak daerah lain yang menjadi lokalisasi terbesar di Jember, namun hal itu luput dari perhatian publik.

“Sebenarnya warga di sini semakin berkurang. Karena sering disoroti. Lokalisasi yang besar di Jember itu sebenarnya di Umbulsari atau di Wuluhan. Delapan rumah saja, PSK-nya bisa mencapai sekitar 40,” ungkapnya.

Selain menjadi ketua RW, Johan juga berperan sebagai Ketua Pokja Penanggulangan HIV/AIDS untuk daerah Jember selatan. Dia juga menjelaskan, tidak hanya menghidupkan kegiatan keagamaan di masjid saja, dia juga menjadi aktor kesehatan bagi warganya yang tinggal di Besini.

“Saya bekerja sama dengan pihak KPA, jadi kami ingin menjamin kesehatan warga kami. Dengan kegiatan sosial, kegiatan keagamaan, dan kegiatan lain yang jauh lebih manfaat,” pungkasnya.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono