Dampak Banjir Bandang Sukorambi

Jalan Putus, Petugas Pasang Ratusan Bronjong

CEGAH AMBROL: Petugas dari berbagai unsur dan relawan, membuat bronjong kawat yang nantinya diisi material padat untuk mencegah ambrolnya kembali jalan di bantaran Kalijompo yang terdampak banjir bandang, kemarin.

SUKORAMBI.RADARJEMBER.ID – Banjir bandang yang terjadi di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur, Sabtu (1/2) sore kemarin, mengakibatkan jalan menuju Perkebunanan Kalijompo di kecamatan setempat terputus.

IKLAN

Agar tidak ambrol kembali, jalan sepanjang 44 meter dan lebar 3,5 meter ini harus dipasang 300 bronjong. Bronjong itu berukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter. “Karena kalau dipasang sak tidak mungkin,” ujar Rofiq Sugiarto, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Minggu (2/2).

Untuk merakit ratusan bronjong itu pemerintah daerah melibatkan puluhan anggota Polri, TNI, Perhutani, dan tenaga dari BPBD dan DPU BMSDA Jember. “Batu untuk mengisi bronjong didatangkan dengan menggunakan dum truk,” jelasnya.

MASIH TERONGGOK: Kayu-kayu besar yang terbawa arus banjir bandang masih berserakan. Akibat bencana ini, sebanyak 166 warga di Desa Klungkung, Sukorambi, mengungsi.

Sementara relawan terus berdatangan. Di lokasi bencana, terlihat masih banyak kayu berserakan di tengah kebun karet. Kayu berukuran besar tampak tertahan di pohon karet setelah terbawa banjir bandang, kemarin.

Banjir bandang ini juga mengakibatkan 166 warga yang berada di bantaran Kalijompo di Desa Klungkung, mengungsi ke tempat lebih aman. Banjir bandang yang disebabkan hujan deras di hulu sungai ini juga mengakibatkan satu jembatan terputus. Petugas terus memantau aliran Kalijompo yang mengarah ke beberapa titik di Kecamatan Patrang.

Sedangkan warga yang mengungsi menempati tenda-tenda darurat, serta rumah sanak saudaranya yang lebih aman. Petugas juga telah mengevakuasi warga yang berada di bantaran sungai yang tersebar di RT 04 RW 08 sebanyak 18 jiwa, kemudian di utara sungai sebanyak 148 jiwa. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih