Porprov Jadi Pekerjaan Rumah KONI

WAWAN DWI/RADAR JEMBER Ketua Murkorkab KONI Jember Samsul Arifin

RADARJEMBER.ID- Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim akan jadi pekerjaan rumah tersendiri bagi kepengurusan KONI Jember ke depan. Apalagi, pesta olahraga se-Jatim tersebut tinggal satu tahun lagi. Bahkan, hingga kini KONI tidak ada persiapan.

IKLAN

Ketua Musyawarah Olahraga Kabupaten (Muskorkab) KONI Jember dan pengurus KONI Jember Samsul Arfin mengatakan, memajukan Muskorkab yang semestinya Oktober menjadi Agustus tersebut salah satu penyebabnya adalah kebutuhan dan persiapan menuju Poprov Jatim.

Dia menjelaskan, Porprov adalah pesta olahraga yang dinakhodai KONI. Apalagi, event olahraga terbesar se-Jatim tersebut juga membawa nama Kontingen Jember. Samsul mengakui, banyak daerah lain yang melakukan persiapan menuju Porprov. Bahkan, telah melakukan pemusatan latihan.

“Sebetulnya Jember ya belum terlambat persiapan menuju Porprov. Tetapi, jika Muskorkab tidak segera diselesaikan. Waktu persiapan Porprov akan mepet, karena ketua terpilih belum membentuk kepengurusan,” katanya.

Belum lagi, kata dia, beberapa cabor juga harus menjalani pra-Porprov sebelum ke Porprov. Porprov yang digelar di Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban 2019 nanti. “Untuk persiapan Porprov, sebaiknya ada Porkab. Dari sana bisa terlihat atlet potensial untuk masuk pemusatan latihan menuju Porprov,” imbuhnya.

Dalam perolehan medali di Porprov Banyuwangi 2015 lalu, hasil yang diraih Kontingen Jember kurang memuaskan. Jember hanya di urutan 17 dengan raihan 5 emas, 9 perak, dan 7 perunggu. Jumlah tersebut pun masih lebih bagus daerah tetangga Lumajang dan tuan rumah Porprov Banyuwangi.

Lumajang di peringkat 12 dengan 9 emas, 4 perak, dan 8 perunggu. Sementara Banyuwangi melesat jauh di urutan 7. Kontingen Jember hanya lebih unggul dari daerah tentangga, Bondowoso. Kontingen Bondowoso di urutan 35.

Samsul mengakui, selama Porprov berlangsung mulai tahun 2007, Kontingen Jember sempat masuk urutan 10 besar dalam raihan medali. Tetapi terakhir tertinggal, sehingga kepengurusan baru KONI ke depan Porprov akan jadi pekerjaan rumah tersendiri.

Menurut Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Prof Soetriono, geliat olahraga di Jember tahun ini tidak seperti sebelumnya. Hal ini karena KONI tidak memiliki anggaran. “Mulai Januari sampai sekarang pun KONI tidak ada dana. Untuk memberangkatkan atlet berkompetisi saja tidak ada. Tetapi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember ada dana, hanya satu kali keberangkatan saja dalam setiap tahun,” paparnya.

Jika mengirimkan atlet di Kejuaraan Provinsi (Kejuprov) dan keluar sebagai juara. Maka, untuk mewakili Jatim ke tingkat Kejuaraan Nasional (Kejurnas), KONI harus menggunakan biaya sendiri atau dikelola cabor. Dia mengakui, sebelum pelaksanaan Porprov, atlet dan pelatih juga harus tahu lawannya. Sehingga, bisa menentukan parameter dan target.

Reporter & Fotografer: Jumai, Dwi Siswanto
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa:Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :