alexametrics
20.9C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Jangan Ada Rentenir Berkedok Koperasi

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan koperasi di Jember bisa dibilang menjamur. Akan tetapi, tidak seluruhnya bisa tumbuh berkembang, alias banyak yang mati. Nah, di era kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, ada harapan untuk menghidupkannya kembali.

Rencana ini terungkap dalam rapat antara Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Dinkop UMKM) dengan Komisi B DPRD Jember, kemarin (31/3). Plt Kepala Dinas Dinkop UMKM Arismaya Parahita menjelaskan, koperasi menjadi bagian penting yang dapat membantu perekonomian warga, terlebih kepada anggotanya.

Dia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat Pemkab Jember akan menghidupkan kembali sejumlah koperasi. “Ada sekitar 1.500 lebih koperasi, tetapi yang aktif hanya sekitar 500 saja,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Arismaya menyebut, seluruh koperasi perlu kembali pada fungsinya. Selain menjalankan bisnis simpan pinjam, koperasi harus mampu menumbuhkembangkan manajemen hingga pendapatannya. “Setidaknya, koperasi harus menyejahterakan anggotanya,” imbuh Arismaya.

Ditanya mengenai adanya koperasi yang tidak tumbuh karena memberlakukan bunga besar, menurut Arismaya, hal itu harus dihilangkan. “Kalau koperasi mencekik anggotanya sendiri, bagaimana mau tumbuh. Makanya fungsi koperasi untuk menyejahterakan anggotanya itu harus dikembalikan. Ikuti aturan yang ada,” paparnya

Sementara itu, apabila ada koperasi yang nakal hingga koperasi yang manajemennya buruk, menurut Arismaya, perlu dilakukan evaluasi. Bisa jadi, koperasi yang tidak tumbuh memang tidak dipercaya oleh masyarakat, termasuk anggotanya sendiri. Jika hal demikian yang terjadi, maka ancamannya akan membuat masalah baru, yaitu tutup dengan tanggungan. “Koperasi yang tidak bisa tumbuh harus dievaluasi,” paparnya.

Beberapa kasus koperasi justru punya utang bukanlah cerita baru. Ada beberapa koperasi di Jember yang tutup akibat manajemen buruk. Untuk itu, ke depan perlu pengetatan manajemen koperasi agar bisa menyejahterakan anggotanya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono menyampaikan, setiap koperasi yang ada di Jember harus mematuhi peraturan yang ada. “Jangan ada rentenir berkedok koperasi. Itu sangat tidak baik,” ucapnya.

Siswono meminta agar Pemkab Jember melalui Dinkop UMKM benar-benar melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap koperasi yang masih aktif. “Pendampingan dan pelatihan harus tetap dilakukan,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan koperasi di Jember bisa dibilang menjamur. Akan tetapi, tidak seluruhnya bisa tumbuh berkembang, alias banyak yang mati. Nah, di era kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, ada harapan untuk menghidupkannya kembali.

Rencana ini terungkap dalam rapat antara Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Dinkop UMKM) dengan Komisi B DPRD Jember, kemarin (31/3). Plt Kepala Dinas Dinkop UMKM Arismaya Parahita menjelaskan, koperasi menjadi bagian penting yang dapat membantu perekonomian warga, terlebih kepada anggotanya.

Dia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat Pemkab Jember akan menghidupkan kembali sejumlah koperasi. “Ada sekitar 1.500 lebih koperasi, tetapi yang aktif hanya sekitar 500 saja,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Arismaya menyebut, seluruh koperasi perlu kembali pada fungsinya. Selain menjalankan bisnis simpan pinjam, koperasi harus mampu menumbuhkembangkan manajemen hingga pendapatannya. “Setidaknya, koperasi harus menyejahterakan anggotanya,” imbuh Arismaya.

Ditanya mengenai adanya koperasi yang tidak tumbuh karena memberlakukan bunga besar, menurut Arismaya, hal itu harus dihilangkan. “Kalau koperasi mencekik anggotanya sendiri, bagaimana mau tumbuh. Makanya fungsi koperasi untuk menyejahterakan anggotanya itu harus dikembalikan. Ikuti aturan yang ada,” paparnya

Sementara itu, apabila ada koperasi yang nakal hingga koperasi yang manajemennya buruk, menurut Arismaya, perlu dilakukan evaluasi. Bisa jadi, koperasi yang tidak tumbuh memang tidak dipercaya oleh masyarakat, termasuk anggotanya sendiri. Jika hal demikian yang terjadi, maka ancamannya akan membuat masalah baru, yaitu tutup dengan tanggungan. “Koperasi yang tidak bisa tumbuh harus dievaluasi,” paparnya.

Beberapa kasus koperasi justru punya utang bukanlah cerita baru. Ada beberapa koperasi di Jember yang tutup akibat manajemen buruk. Untuk itu, ke depan perlu pengetatan manajemen koperasi agar bisa menyejahterakan anggotanya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono menyampaikan, setiap koperasi yang ada di Jember harus mematuhi peraturan yang ada. “Jangan ada rentenir berkedok koperasi. Itu sangat tidak baik,” ucapnya.

Siswono meminta agar Pemkab Jember melalui Dinkop UMKM benar-benar melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap koperasi yang masih aktif. “Pendampingan dan pelatihan harus tetap dilakukan,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan koperasi di Jember bisa dibilang menjamur. Akan tetapi, tidak seluruhnya bisa tumbuh berkembang, alias banyak yang mati. Nah, di era kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, ada harapan untuk menghidupkannya kembali.

Rencana ini terungkap dalam rapat antara Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Dinkop UMKM) dengan Komisi B DPRD Jember, kemarin (31/3). Plt Kepala Dinas Dinkop UMKM Arismaya Parahita menjelaskan, koperasi menjadi bagian penting yang dapat membantu perekonomian warga, terlebih kepada anggotanya.

Dia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat Pemkab Jember akan menghidupkan kembali sejumlah koperasi. “Ada sekitar 1.500 lebih koperasi, tetapi yang aktif hanya sekitar 500 saja,” katanya.

Arismaya menyebut, seluruh koperasi perlu kembali pada fungsinya. Selain menjalankan bisnis simpan pinjam, koperasi harus mampu menumbuhkembangkan manajemen hingga pendapatannya. “Setidaknya, koperasi harus menyejahterakan anggotanya,” imbuh Arismaya.

Ditanya mengenai adanya koperasi yang tidak tumbuh karena memberlakukan bunga besar, menurut Arismaya, hal itu harus dihilangkan. “Kalau koperasi mencekik anggotanya sendiri, bagaimana mau tumbuh. Makanya fungsi koperasi untuk menyejahterakan anggotanya itu harus dikembalikan. Ikuti aturan yang ada,” paparnya

Sementara itu, apabila ada koperasi yang nakal hingga koperasi yang manajemennya buruk, menurut Arismaya, perlu dilakukan evaluasi. Bisa jadi, koperasi yang tidak tumbuh memang tidak dipercaya oleh masyarakat, termasuk anggotanya sendiri. Jika hal demikian yang terjadi, maka ancamannya akan membuat masalah baru, yaitu tutup dengan tanggungan. “Koperasi yang tidak bisa tumbuh harus dievaluasi,” paparnya.

Beberapa kasus koperasi justru punya utang bukanlah cerita baru. Ada beberapa koperasi di Jember yang tutup akibat manajemen buruk. Untuk itu, ke depan perlu pengetatan manajemen koperasi agar bisa menyejahterakan anggotanya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono menyampaikan, setiap koperasi yang ada di Jember harus mematuhi peraturan yang ada. “Jangan ada rentenir berkedok koperasi. Itu sangat tidak baik,” ucapnya.

Siswono meminta agar Pemkab Jember melalui Dinkop UMKM benar-benar melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap koperasi yang masih aktif. “Pendampingan dan pelatihan harus tetap dilakukan,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran