Ingin Bercerai? Tunda Saja, Jangan Sekarang!

Pengadilan Agama Batasi Pengajuan Cerai

SEPI: Ruang tunggu bagian luar di Pengadilan Agama Jember tampak kosong, kemarin (30/3) siang. Kondisi ini setelah ada pembatasan pengajuan cerai maksimal hanya 20 perkara.

PATRANG.RADARJEMBER.ID- Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mencegah persebaran wabah korona. Di antaranya penyemprotan disinfektan, pengadaan alat cuci tangan, dan hand sanitizer. Tak hanya itu, pemerintah juga membatasi kegiatan yang mengumpulkan massa pada instansi pemerintah. Salah satunya di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Jember dan Pengadilan Negeri (PN) Jember.

IKLAN

“Kami membatasi jumlah kasus dalam sehari,” tutur Humas Pengadilan Agama Kabupaten Jember Moh Hosen. Dia menjelaskan, kebijakan pembatasan itu merupakan tindak lanjut dari peraturan pemerintah mengenai larangan berkumpul guna mencegah persebaran Covid-19.

Menurut Hosen, biasanya dalam sehari kasus yang ditangani bisa mencapai ratusan, tapi setelah adanya pembatasan, sekarang maksimal sekitar 20 kasus. Meski ada pembatasan, nyatanya masyarakat bisa menyikapi ketentuan itu dengan baik. “Bahkan, hari ini (kemarin, Red) hanya ada lima kasus. Jadi, masyarakat sudah sadar kesehatan dengan tidak bepergian. Misalnya, datang ke pengadilan mengurus perceraian,” ujarnya.

Sementara itu, pihak pengadilan telah menyiagakan kebersihan dengan memerintahkan siapa pun untuk mencuci tangan ketika memasuki zona pengadilan. Lalu, mereka dianjurkan untuk mengenakan masker. “Kursi tunggu juga dibatasi. Supaya mereka jaga jarak. Selain itu, satpam akan memulangkan warga jika melebihi kuota, supaya tidak ada kumpul-kumpul saat mengantre,” ungkapnya.

Hosen memaparkan, tak hanya pembatasan, jam kerja juga berubah. Tujuannya untuk menjaga kesehatan pegawai pengadilan. Yakni, masuk pukul 08.30 dan pulang pukul 15.00. Ketentuan baru ini berbeda dua jam kerja dari sebelumnya. Jadi, masuk mundur sejam, pulang maju sejam. “Selain itu, kami diwajibkan memakai masker dan sarung tangan saat bertugas untuk menjaga kesehatan setiap pegawai,” jelasnya.

Dia berharap, semua lapisan masyarakat berhati-hati saat berkunjung ke instansi mana pun. Baik negeri maupun swasta. Kalau tidak mendesak, dia menyarankan, lebih baik menunda untuk mengurus apa pun. “Apalagi untuk pengadilan agama. Jangan bertengkar dulu, tunggu virus korona mereda,” tandasnya sembari bergurau. (*)

Reporter : mg1

Fotografer : mg1

Editor : Mahrus Sholih