Upaya PMI Jember di Tengah Menipisnya Stok Darah

Buka 24 Jam hingga Siagakan Armada Jemput Bola

Wabah Covid-19 cukup berdampak pada sejumlah kegiatan. Bukan saja soal perekonomian, tapi juga pada stok darah di PMI Jember. Padahal, di tengah penanganan virus tersebut, banyak pasien yang tetap membutuhkan darah. Bagaimana upaya PMI untuk memenuhinya?

DEMI KEMANUSIAAN: Salah seorang pendonor menyumbangkan darahnya ke PMI Jember baru-baru ini. Di tengah perang melawan wabah korona, stok darah menipis. PMI Jember melakukan berbagai upaya agar ketersediaan darah tak sampai kosong.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir semua pihak kini disibukkan dengan penanganan wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tak ketinggalan, PMI Jember juga gencar memerangi wabah yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, tersebut. Terlebih, di tengah perang melawan virus, jumlah pendonor darah di Jember turun sangat drastis, yakni mencapai 50 persen. Karena itu, ada upaya ekstra yang dilakukan PMI untuk memenuhi kebutuhan stok darah tersebut.

IKLAN

Memerangi wabah korona sangat penting dilakukan semua pihak. Tapi, yang tak kalah penting adalah membantu masyarakat yang sedang membutuhkan darah. Sebab, kebutuhan darah sudah menjadi hal yang rutin. Karena itu, stoknya harus selalu tersedia. Apalagi, para pasien yang sakit dan harus menjalani operasi juga tetap ada.

Ketua PMI Kabupaten Jember EA Zaenal Marzuki menjelaskan, wabah korona benar-benar berpengaruh terhadap stok darah. Seperti yang terjadi di ruang penyimpanan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember berkurang akibat minimnya pendonor darah. Bahkan, di beberapa lokasi tertentu, penurunannya ada yang sampai lebih dari 50 persen.

“Di tengah wabah Covid-19, selain ikut mencegah dan menanganinya, PMI Jember tetap dituntut untuk menjaga stok darah. Stok darah harus tetap ada karena banyak pasien yang membutuhkan. Saat ini, jumlah pendonor menurun di tengah penanganan Covid-19,” bebernya.

Zaenal mencontohkan, kegiatan donor darah sukarela rutin yang biasanya digelar tim mobil unit (MU) UDD PMI Jember, hasilnya jauh dari biasanya. Salah satunya, kegiatan donor darah yang digelar di Silo dan Wuluhan, Senin (30/3) awal pekan ini.

“Hasil dari donor darah di Silo hanya 22 kantong dan Wuluhan hanya 16 kantong. Biasanya, di Wuluhan saja dapat sekitar 50 kantong. Ini yang menjadi salah satu fokus kami, bagaimana di tengah penanganan korona, jumlah pendonor tetap normal,” harapnya.

Kegiatan donor darah di tempat lain yang dilakukan sebelumnya juga tak jauh berbeda dengan yang terjadi seperti di Silo dan Wuluhan. Setidaknya, itu terjadi sekitar sepekan sampai dua pekan terakhir. Apabila hal ini terus terjadi dalam beberapa hari atau dalam beberapa pekan ke depan, maka akan mengancam ketersediaan stok darah di UDD PMI Jember. “Padahal, pasien yang membutuhkan darah tidak mengalami penurunan signifikan. Sementara, pendonor darah mengalami penurunan drastis,” ulasnya.

Zaenal khawatir, turunnya pendonor akan membuat stok darah habis. Menurutnya, hal ini telah dialami oleh PMI di tempat lain, yang sempat mengalami kekosongan stok darah. “Ada kekhawatiran stok yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan harian dari rumah-rumah sakit di Jember. Kami dapat info, Pasuruan sempat mengalami kekosongan stok darah. Kami tidak ingin hal itu terjadi di Jember,” papar Zaenal.

Untuk itulah, segala upaya dilakukan PMI Jember demi menjaga stok darah agar tetap aman. Tim MU UDD PMI Jember, menurutnya, terus bergerak ke sejumlah tempat demi mendapatkan pendonor darah. Tak hanya itu, UDD, Markas PMI, serta Klinik Pratama juga terus dibuka demi menerima para dermawan yang mendonorkan darahnya.

“Untuk itu, warga yang ingin mendonorkan darahnya kami imbau agar bisa datang ke UDD, ke Markas, atau ke Klinik Pratama Jubung, demi menjaga stok darah untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” paparnya.

Sekali lagi, lanjut Zaenal, memerangi virus korona menjadi hal utama, karena telah ditetapkan sebagai bencana nasional. Kendati demikian, menjaga stok darah juga tetap penting karena kebutuhan darah menjadi sesuatu yang sudah rutin bertahun-tahun lamanya. “Banyak harapan hidup saudara-saudara kita yang sangat bergantung pada pasokan darah dari para pendonor,” pungkasnya.

Humas PMI Jember Gufron Evian Effendi menambahkan, PMI Jember di tengah penanganan Covid-19 ini bekerja secara ekstra. Menurutnya, demi mendapatkan darah dari para pendonor, PMI buka selama 24 jam. “Jam berapa pun para dermawan mau donor bisa menghubungi petugas kami,” tegasnya.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih