Ratusan Warga Keracunan Ikan Tongkol

TERGELETAK LEMAS: Silvi, warga Desa/Kecamatan Ajung. Perempuan 23 tahun ini mendapat perawatan di puskesmas akibat keracunan tongkol saat perta ikan bakar menyambut malam pergantian tahun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang pergantian tahun 2020 warga Jember, Jawa timur beramai ramai mendatangi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Kedatangan ke TPI Puger untuk membeli ikan yang dipersiapkan untuk dibakar bersama keluarga maupun temanya.

IKLAN

Sesampai di rumah, ikan yang baru dibeli dari Puger, Jember, Jawa Timur langsung dimasak. Tetapi rata-rata ikan yang dibeli tersebut kebanyakan dibakar. Ternyata setelah memakan ikan yang dibeli tersebut, banyak warga dilarikan ke Puskemas karena diduga keracunan ikan yang baru dimakan.
Seperti yang dialami Silvi, 23 warga Desa/ Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur tak mampu menahan sakit dibagian perutnya dan mengakum pusing. Silvi diantar suami dan ibunya ke Puskesmas Klompangan Ajung untuk mendapat perawatan medis.

Silvi mengaku sakit kepala, mual dan gatal-gatal setelah menyantap ikan tongkol yang bakar untuk menyambut pergantian tahun (2020). “Saya makan habis dua ekor ikan tongkol setelah itu perut, Kepala saya sakit,” ujar Silvi sambil menahan sakit dibagian perutnya.

Tidak hanya Silvi, 5 anggota keluarga dan 3 tetangganya juga ikut menderita dan keluhan yang sama. Mual mual, pusing dan gatal-gatal. Bahkan ketika dibuat berjalan rasanya tidak kuat, ujarnya.

Sementara Mutmainah, 56, ibu Silvi mengatakan yang pergi ke Puger untuk membeli untuk dibuat pesta yakni dibakar bersama keluarganya. Tetapi, Mutmainah sendiri yang juga ikut makan malah aman tidak mengalami gejala serupa seperti yang dialami anak dan tetangganya.
“Saya membeli 100 biji ikan tongkol yang dijual di sekitar TPI Puger, ikan yang dibakar sambil menunggu pergantian tahun baruan,” ujar ibu Silvi.

Silvi adalah pasien ke 24 yang berobat di Puskesmas Klompangan, Kecamatan Ajung dengan gejala yang sama usai mengkonsumsi ikan tongkol yang dibeli di TPI. Namun semua pasien diperbolehkan pulang setelah diberi obat oralit.

 

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor :