Chrisdrianto Aji Prakoso, Ketua Paguyuban Duta Batik Jember Ingin Menggali Lebih Banyak Batik Pinggiran Jember yang Belum Terekspose

MUCHAMMAD AINUL BUDI / RADAR JEMBER Prestasi: Tito mengenakan batik Jember bersama piala serta penghargaan yang ia dapat.

RADARJEMBER.ID – Tingginya 172 cm, badannya tegap, rambutnya klimis, piala serta piagam penghargaan dalam dunia tata busana sudah dipajang di ruang tamu rumahnya. Tito pun menyambut hangat wartawan radarjember.id di kediamannya di daerah Patrang. Pemuda 23 tahun yang baru saja lulus dari Fakultas Hukum Universitas Jember ini memang sejak kuliah sudah berkutat di dunia batik, khususnya Jember. Hati dan niat Tito sudah tergerak guna mengekspos batik Jember yang tersebar di daerah-daerah pinggiran.

IKLAN

“Tujuan saya menggali lebih banyak batik Jember yang berada di kawasan pinggiran yang belum terkspos. Para owner batik tersebut awalnya cepat berpuas diri untuk lebih giat mempromosikan batiknya,” kata pemuda kelahiran 29 April 1994 ini.

Tito menambahkan, setelah dia mencoba terus memberi pengarahan mengenai promosi lebih luas, akhirnya mereka semakin berlomba-lomba untuk membanggakan batik daerahnya serta mempromosikan.

Tito pun memberi penjelasan tentang ciri khas batik Jember ini berbeda dengan batik kota-kota lainnya. Selain batik tulis, ada juga batik cap, semi tulis, sampai printing semua ada di Jember yang bermotif hasil perkebunan.

“Motifnya lebih melambangkan tembakau, kakao, buah naga, dan memberikan warna-warna yang berani. Lebih jreng corak warnanya,” ungkapnya.

Motif tersebut karena Jember salah satu kota penghasil tembakau terbaik di Indonesia bahkan dunia. Tembakau tersebut adalah Na Oogst, salah satu bahan cerutu terbaik Internasional.

Tito bersama rekan-rekannya pun terus memperkenalkan batik Jember dengan beragam cara. Seperti memakai batik di beberapa acara lomba, baik di Jember sendiri atau luar kota, promosi di sosial media, atau bahkan menggelar penyuluhan pelatihan membuat batik ke sekolah-sekolah dengan menggandeng owner batik di Jember.

“Waktu memperkenalkan batik Jember dalam acara di luar kota. Banyak orang yang tanya kalau Jember juga memiliki batik yang khas. Dari situ orang luar daerah tahu dan mulai banyak yang minat,” ungkapnya.

Tito sudah memperkenalkan batik khas Jember dalam beberapa kali gelaran berskala nasional di luar kota. Seperti di tahun 2017 kemarin dia harus pergi ke Jakarta dalam acara Gebyar Wisata Budaya Nusantara di Jakarta Convention Center dan Duta Batik Nusantara di kota Jogjakarta. Tentu saja, dia membawa misi mempromosikan batik Jember.

Bermula sebagai duta batik Jember, Tito membuka jalan merambah ke dunia fashion show. Seperti model, casting iklan, dan mengikuti lomba fashion mulai tingkat kabupaten hingga provinsi.

Beberapa prestasi dari dunia fashion pun akhirnya ia sabet. Di antaranya Best Catwalk Jember 2016, juara IV Duta Batik Nusantara kategori putra tahun 2017, serta masuk dalam finalis peringkat kedelapan Mister Indonesia Jawa Timur awal tahun 2018 kemarin. Selain itu, sudah banyak penghargaan yang dia pajang dalam lemari rumahnya. Macam sertifikat, piala, sampai selempang juara.

“Saya pelajari sendiri seperti cara berjalan di atas panggung dan menjadi model, dari Youtube. Alhamdulilah akhirnya bisa menang banyak penghargaan,” papar Tito.

Tito pun akhirnya mendapat tawaran dari beberapa agensi fashion untuk bekerja sama. Namun, ia tolak. Sebab, pada saat itu, ia hanya ingin menyalurkan hobi saja di dunia fashion dan juga masih fokus kuliah.

Kini Tito berharap besar kepada penerusnya, yakni Duta Batik Jember yang bakal terpilih dalam beberapa bulan ke depan. “Semoga terus bangga dan memperkenalkan batik Jember ke masyarakat luas,” pungkas Tito.

Reporter & Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor : Adi Faizin
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :