Riza Shahab, Artis Ibu Kota yang Pilih Pulang Kampung Bikin Kedai Kopi

M. Ainul Budi/ Radar Jember BANTING SETIR: Mantap pulang kampung, artis Riza Shahab membuka kedai kopi di kawasan kampus. Tampak saat dia meracik sendiri kopi yang akan disajikan ke pengunjung kafe.

RADARJEMBER.ID – Mengenakan kaus dan topi serba hitam, pemuda ini tampak cekatan melayani pengunjung di sebuah kafe yang ada di Jalan Mastrip. Tak hanya meracik, pemuda itu juga dengan ramah menyambut setiap pembeli yang datang.

IKLAN

Gimana mas, rasanya enak nggak? Kalau ada yang kurang, monggo disampaikan saja,” tutur pemuda tersebut. Wajah dan namanya sudah tidak asing bagi pencinta hiburan tanah air. Dia adalah Riza Shahab, arek asli Jember yang sempat beberapa tahun menghiasi layar televisi tanah air.

“Saya sudah 10 tahun merantau di Jakarta. Sekarang, sudah saatnya pulang kampung ke Jember,” jawab Riza saat ditanya alasannya kenapa memilih membuka kafe di Jember.

Selama hampir satu dasawarsa merintis karier keartisan di ibu kota, sudah puluhan FTV maupun sinetron yang sudah dibintangi oleh Riza. Namun, Riza sudah merasa sampai pada satu titik ketika dia harus mengambil keputusan untuk melompat dari dunia yang sudah ia rasakan cukup nyaman.

“Sejak bulan puasa kemarin, saya sudah berada di Jember dan belum balik ke Jakarta. Karena saya ingin fokus di bisnis kedai kopi ini,” tutur alumnus SMAN 3 Jember ini.

Keputusan untuk pulang ke Jember ini didukung penuh oleh keluarga Riza. “Alhamdulillah, ibu yang paling seneng saya pulang ke Jember, karena memang harapannya seperti itu. Saudara-saudara juga seneng,” ungkap Riza.

Riza tak mau main-main dalam menjalankan bisnis kedai kopinya ini. Sejak tiba di Jember pada Mei 2018 lalu, serangkaian persiapan untuk membuka usaha ia lakukan. Selama beberapa waktu, Riza melakukan survei untuk mencari lokasi yang paling tepat. Maka, dipilihlah sebuah ruko di depan FKG Unej untuk ia sewa. “Ini usaha pertama saya. Alhamdulillah, semua persiapan tidak ada kendala dan semoga bisa sukses, mohon doanya,” tutur pemuda kelahiran 25 Oktober 1989 ini.

Mulai dari pemilihan biji kopi, mengolah hingga mendesain interior kedai kopi yang ia namakan Kopi Kesuwon, Riza melakukannya sendiri. Riza bahkan sampai belajar ke Lamongan selama beberapa hari, agar lebih profesional dalam menyajikan minuman kopi yang berkualitas. “Saya menggunakan biji kopi lokal arabika dari 5 daerah, salah satunya adalah asli Jember,” ungkap Riza.

Ada alasan pribadi mengapa Riza menjatuhkan pilihannya untuk membuka kedai kopi di Jember. Sebagai penikmat kopi, Riza sudah menjajal rasa kopi di berbagai kafe di Jakarta. “Kalau di Jember mungkin persaingannya belum seketat di Jakarta,” tutur pemuda berdarah Arab ini.

Sebagai pembeda dengan kafe-kafe yang sudah menjamur di Jember, Riza mencoba untuk mengusung konsep Take Away pada kedai kopinya. Yakni layanan yang memudahkan pembeli untuk menikmati kopi di rumah. “Karena saya pikir, tidak semua orang ingin menikmati kopi sembari nongkrong, ada juga yang pingin sambil tiduran di kamar mungkin. Dan konsep ini di Jakarta sudah banyak, tapi di Jember belum ada,” kata Riza.

Meski demikian, Riza juga mencoba menyuguhkan suasana yang nyaman pada kedai kopinya, agar pengunjung yang ingin menyeruput kopi bisa betah duduk di kedai Kopi Kesuwon ini. “Saya menawarkan desain interior yang minimalis-simple, yang enak buat nongkrong. Saya sendiri yang mendesainnya,” tutur alumnus SMPN 6 Jember ini.

Dengan fokus menyuguhkan minuman dan makanan ringan, Riza menawarkan es kopi susu sebagai menu andalannya. Riza mengakui, sebagaimana layaknya menjalankan usaha, ke depan berbagai tantangan akan menghadang. Namun, Riza mengaku sudah bulat dengan keputusannya ini untuk banting setir, berwirausaha di kampung halaman. Beberapa “godaan” untuk kembali ke Jakarta memang sempat menghampiri.

“Memang sesekali masih banyak tawaran syuting FTV, tapi terpaksa saya tolak karena mau fokus ke sini. Mungkin nanti kalau usaha ini sudah bisa berjalan dengan lancar, saya akan syuting lagi. Tapi tidak untuk waktu yang lama, karena saya harus tetap balik ke Jember untuk menjalankan usaha ini,” ujar pemain sinetron Safa dan Marwah ini.

Keputusan Riza ini juga disambut baik oleh rekan-rekannya di dunia hiburan. Salah satunya adalah Yessy Gusman, artis senior yang populer di era 80-an. Yessy yang masih aktif di dunia hiburan ini sudah dianggap seperti ibu bagi Riza. “Alhamdulillah, seneng banget karena Bunda Yessy turut mau datang, jauh-jauh dari Jakarta ke Jember untuk mengunjungi kedai saya. Dia memotivasi saya agar terus semangat,” pungkas Riza.

Reporter : Adi Faizin
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.
Fotografer: M. Ainul Budi

Reporter :

Fotografer :

Editor :