Dinginnya Ijen Bikin Njeketer

Heru for Radar Ijen CUACA DINGIN: Pendakian ke Kawah Ijen pada akhir Agustus banyak diminati wisatawan. Namun cuaca dingin dibawah rata-rata sering melanda. Bahkan pendaki harus mengantisipasi adanya hujan.

RADARJEMBER.ID – Banyak pendaki Gunung Ijen yang memilih naik pada akhir seperti ini. Termasuk wisatawan mancanegara. Tak heran, pada pagi hari akhir pekan lalu ribuan wisatawan, termasuk dari mancanegara membanjiri pendakian. Namun cuaca di Ijen tidak menentu. Dinginnya bikin njeketer.

IKLAN

Para wisatawan itu masuk ke Paltuding dari arah Bondowoso dan Banyuwangi. Tak ayal, pada bulan Agustus sering ditemui wisatawan mancanegara di sekitar kota Bondowoso. Mereka kebanyakan transit menginap di Bondowoso sebelum dan sesudah melakukan pendakian di Kawah Ijen.

Hengki, salah seorang pendaki mengatakan, pihaknya mendaki bersama teman dari Jember. Karena melakukan pendakian, perlengkapan standar pendakian dia persiapkan. Namun ternyata jaket tebal tidak bisa menghalau dinginnya udara di puncak Ijen. “Dinginnya luar biasa,” jelasnya.

Hal senada diungkap Heru, kawannya. Puncak Ijen memang sangat dingin. Namun pendaki tetap ramai. Dinginnya pendakian memang menjadi tantangan seorang pendaki. Dia mengimbau kepada para wisatawan yang ingin menikmati indahnya Gunung Ijen, bisa lebih mempersiapkan diri menghadapi cuaca dingin.

Selain itu, bagi wisatawan yang ingin menikmati Blue Fire Kawah Ijen, harus menyiapkan masker standar. Minimal masker yang memiliki penyaringan udara dobel. Sebab angin, biasanya mengempaskan gas yang dikeluarkan dari Kawah Ijen ke arah pendaki. “Harus menyiapkan masker khusus untuk menikmati Blue Fire,” terangnya.

Sementara Kabid Pariwisata Adi Sunaryadi mengatakan, cuaca merupakan hal yang tidak bisa diprediksi dengan pasti. Karenanya bagi pendaki, harus siap dalam kondisi dan medan apa pun. “Misalnya harus membawa mantel, harus membawa jaket tebal, sampai harus menyiapkan masker yang aman,” tegasnya.

Dijelaskannya, seperti saat ada agenda pendakian Pengibaran Merah Putih oleh Polres Bondowoso beberapa waktu lalu, cuaca juga tidak bersahabat. Tidak hanya dingin, namun hujan. Walau cuaca hujan, namun wisatawan tetap saja bersemangat melakukan pendakian. Bagi mereka yang tidak kuat, beberapa diantaranya memanfaatkan jasa poter atau tukang ojek gerobak untuk mendaki dan turun dari puncak Ijen.

Reporter : Sholikhul Huda
Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :