Sewa Pemeran Penggugat Jadi Cara Ampuh

RADARJEMBER.ID – Praktik “beli” surat cerai rupanya bukan menjadi rahasia di kalangan pengacara. Bahkan, sewa pemeran penggugat juga jadi cara ampuh, agar klien tak perlu hadir selama persidangan. Tak hanya itu, trik agar tergugat tak tahu ada panggilan sidang juga bisa dimainkan dengan orang dalam.

IKLAN

Salah satu pengacara mau blak-blakan kepada radarjember.id. Kami sengaja menyamarkan identitas pengacara ini dengan sebutan Mat Cerdik. Semula, dia menjelaskan tentang teknis persidangan cerai. Termasuk sebutan penggugat dan pemohon dalam sidang cerai. “Kalau perempuan istilahnya penggugat, kalau laki-laki pemohon,” jelasnya, kemarin.

Dia pun memastikan, penggugat maupun pemohon harus hadir meski hanya sekali dalam persidangan. Terkecuali penggugat sedang ada di luar negeri. Itu pun yang bersangkutan harus mengantongi surat dari kedutaan besar.

Bahkan katanya, penggugat atau pemohon prinsipnya harus aktif. Mulai aktif membayar biaya perkara, aktif hadir persidangan, hingga aktif membuktikan. Sedangkan tergugat bisa pasif meski konsekuensinya banyak dirugikan saat persidangan.

Kemudian, tergugat yang disebut pasif itu, dinilai bisa jadi celah supaya tidak hadir saat persidangan. Memainkannya, menyuap pengantar panggilan sidang, supaya suratnya tidak sampai ke tangan penggugat. “Tapi itu rawan dan sulit,” akunya.

Namun, ada lagi siasat yang masih bisa disebut cara legal. Misalnya, tergugat kerja di luar kota, kemudian dibuat gaib. Dimintakan surat keterangan dari kelurahan atau desa bahwa tergugat pergi dari rumah yang tidak tahu alamatnya. Tetapi prosesnya panjang. Karena sidang ditunda 4 bulan. Setelah 4 bulan berikutnya, sidang lagi kedua. Jika tergugat tidak datang, maka proses dilanjutkan.

Katanya, ada enaknya pakai pengacara. Penggugat bisa hadir di persidangan pertama. Berikutnya, cukup pengacaranya yang sidang. Celah itu juga bisa diakali. Seperti sewa penggugat palsu. “Semisal, aku dapat kuasa dari si A. Dicarikan orang yang mirip-mirip dengan si A. Aku bayar untuk jadi pemeran penggugatnya,” akunya.

Diakuinya, sulit hakim mengetahuinya. Pertama, hakim tidak kenal penggugat asli. Kedua, tatap muka dalam persidangan pertama tidak lama. Bahkan, hanya sekitar 2 menit. Terlebih, pertanyaannya hanya yang standar dan normatif. Seperti alasan mau cerai dan sebagainya. “Selanjutnya, sidang ditunda minggu datang. Sidang kedua itu, sudah bisa diwakilkan pengacara,” imbuhnya.

Cara yang demikian, diakuinya, harus dilakukan jika menemukan klien yang super banyak permintaannya. Namun katanya, sesuai dengan fee perkara yang diterimanya, dinilai cukup tinggi ketimbang dengan cara prosedural.

1. Rp 1,7 Juta untuk Cara Pintas agar Gugatan Cepat Diproses

2. Sewa Pemeran Penggugat Jadi Cara Ampuh

3. Pengadilan Agama: Nggak Ada Itu Jual Beli Surat Cerai

Reporter : Rully Efendi
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.

Reporter :

Fotografer :

Editor :