Pengadilan Agama: Nggak Ada Itu Jual Beli Surat Cerai

RADARJEMBER.ID – Benarkah ada jual beli surat cerai? Anwar, salah seorang hakim di Pengadilan Agama (PA) Jember membantahnya. Lebih-lebih, ada cara instan untuk dapat surat cerai dengan membayar jutaan rupiah.

IKLAN

Pria asal Banyuwangi ini menjelaskan, proses cerai memang ada biayanya dan itu sudah masuk dalam peraturan, uangnya masuk ke kas negara. “Di ruang tunggu belakang itu ada papan berisi penjelasan harus membayar berapa,” katanya.

Dia mempertegas, untuk pemohon atau penggugat ini wajib datang ke PA. Sementara untuk cara yang dipakai pengacara dengan pakai orang lain di sidang kedua, tidak diperkenankan. “Kalau yang lewat modin, modin itu sama PA ini tidak ada hubungannya. Modin hubungannya dengan KUA. Jadi, tidak ada proses membayar agar dapat surat cerai secara cepat,” paparnya.

Dia juga meminta agar warga hati-hati. Tidak asal dapat surat cerai. Sebab, pihaknya pernah menemukan surat cerai palsu. Kasus itu diketahui saat PA Jember didatangi petugas KUA dari kecamatan. “Orang KUA ini datang awalnya hanya konsultasi saja. Tetapi konsultasinya ini tanya ciri-ciri surat cerai yang asli seperti apa,” ungkapnya.

Ceritanya, petugas KUA tersebut mau mendaftarkan pernikahan, tetapi yang bersangkutan statusnya sudah kawin dan memiliki surat cerai. Dia mengaku lupa kejadian tersebut kapan, yang jelas bukan tahun ini. “Mungkin setahun atau dua tahun kemarin,” kata Anwar.

Dia menjelaskan, memakai surat cerai palsu jelas melanggar hukum dan itu bisa dipidanakan. Anwar mengatakan, antara KUA dengan PA ada sinkronisasi soal data. Sebab, KUA tidak bisa menikahkan orang yang telah menikah atau tidak memiliki surat cerai.

Agar yang bercerai atau pemohon ini benar-benar jelas, maka di KUA tidak boleh diwakilkan. Kecuali, kata dia, adalah TKI tetapi dengan catatan ada surat kuasa dan telah mengurus ke kedutaan besar setempat.

Dalam proses pendaftaran, penggugat itu akan difoto oleh petugas. “Dari sana akan tahu, orang tersebut asli yang bersangkutan, yaitu penggugat, atau tidak,” paparnya. Anwar pernah mengetahui satu kali, penggugat atau pemohon tersebut bukan orang yang bersangkutan. “Ya ketahuan saat difoto. Berbeda dengan buku nikahnya dan orangnya setelah di foto itu tidak kunjung kembali,” paparnya. Proses demi proses termasuk foto tersebut adalah mekanisme yang harus dijalani, sekaligus untuk melakukan pengecekan.

Dia juga menegaskan, pengajuan perceraian ini tidak diwajibkan memakai jasa penasihat hukum. “Biasanya yang pakai pengacara ini orang-orang berada,” pungkasnya.

Sedang untuk proses gugatan gaib, dia menegaskan, pihak tergugat yang dimaksud adalah laki-laki yang memang ada. Namun, adanya gaib seperti itu juga ada dasarnya. Artinya, penggugat tidak mengetahui alamat tergugat. “Proses gugatan gaib ini juga punya dasar hukum. PA tidak mungkin tiba-tiba pakai gaib. Itu didasari atas pihak penggugat,” imbuhnya. Jika ditemukan bahwa penggugat mengada-ada bahwa tergugat ini gaib, maka yang bertanggung jawab adalah penggugat sendiri.

Memakai proses gugatan gaib ini ada waktu jeda untuk masuk persidangan. “Dari proses daftar, jika tidak mengetahui alamat tergugat, kami langsung menyiarkan ke radio. Sekitar empat setengah bulan tidak ada tanggapan, baru masuk persidangan,” katanya.

1. Rp 1,7 Juta untuk Cara Pintas agar Gugatan Cepat Diproses

2. Sewa Pemeran Penggugat Jadi Cara Ampuh

3. Pengadilan Agama: Nggak Ada Itu Jual Beli Surat Cerai

Reporter & Fotografer: Dwi Siswanto
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.

Reporter :

Fotografer :

Editor :