Raih Beasiswa, Tiga Pelajar SMA Nuris Kuliah di Tiongkok dan Taiwan

SMA Nuris for Radar Jember SIAP KE LUAR NEGERI: (Dari kiri) Rofiqi Effendi, Imam Sainusi (Direktur Nuris International Office), Putri Candra Kirana, dan Qobit Ahmad Al-Ghufron.

RADARJEMBER.ID – Tiga pelajar ini memiliki gairah menuntut ilmu yang tinggi. Mereka merupakan pelajar SMA Nuris yang baru lulus Mei 2018 lalu. Ketiganya adalah M Rofiqi Effendi, Qobit Ahmad Al-Ghufron, dan Putri Candra Kirana.

IKLAN

Rofiqi dan Qobit melanjutkan studi ke jurusan Administrasi Bisnis di Taiwan Shoufu University. Sedangkan Putri Candra di Hubey Polytechnic University Tiongkok. Ketiganya akan berangkat ke luar negeri pada 29 September 2018 ini.

“Kemampuan lulusan kuliah luar negeri lebih diakui,” kata Rofiqi saat ditemui di pesantren Nuris, kemarin. Semangatnya untuk melanjutkan studi begitu tinggi. Bahkan, dirinya ingin melanjutkan studi S2 di Jepang hingga S3 di Eropa.

“Saya ingin menunjukkan santri punya daya saing, ingin membanggakan orang tua,” terangnya. Ayahnya yang merupakan kuli bangunan menjadikan dirinya lebih semangat untuk menggapai cita-cita. Pilihannya belajar administrasi bisnis setelah melakukan konsultasi dengan guru bimbingan konseling (BK).

Dia menyebut, sebelumnya siswa SMA Nuris juga sudah melanjutkan studi di Taiwan dan Tiongkok. Satu anak sedang melanjutkan studi doktoral di Taiwan, yakni Nur Izzatul Maulida. Dua  anak belajar teknologi di Guilin University, Tiongkok, yakni Irfan Maulana Ahsan dan Abdul Wahab.

Tiga pelajar yang baru lulus itu akan menyusul kakak kelasnya belajar di tanah rantau. Mereka bisa kuliah di luar negeri juga karena mengikuti Nuris Student Exchange Program (NSEP). Ada lima negara tujuan, yakni Thailand, Mesir, Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi.

Sementara Pengasuh Ponpes Nuris Gus Robith Qosidi LC menjelaskan, siswa yang melanjutkan studi di luar negeri itu menunjukkan bahwa lulusan pesantren memiliki daya saing dengan lulusan lainnya. Bahkan, mereka juga memiliki bekal agama yang kuat untuk tinggal di luar negeri.

Perkembangan dunia pendidikan mendapat respons yang cepat dari SMA Nuris. Tak heran, para siswanya dipersiapkan sesuai tantangan zaman. “Mereka siap untuk berkontribusi bagi kemajuan negeri,” tegasnya.

Kapan pun dan dimana pun, lulusan SMA Nuris akan hadir untuk memajukan negeri. Sekarang mereka sedang mendalami ilmu hingga keluar negeri. Ketika sudah lulus, akan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuannya.

Lulusan Al-Azhar University itu menambahkan, pengembangan SMA Nuris tidak lepas dari kemajuan dunia pendidikan yang terus berkembang di dunia. Mulai dari Finlandia, Korea Selatan, hingga Amerika. Hal itu menjadi inspirasi bagi SMA Nuris untuk terus memperbaiki diri lebih maju. “Nuris terus berupaya berkembang menjadi lebih baik,” tambahnya.

Dia menilai, untuk mencapai kemajuan, harus melewati berbagai tahapan yang tidak sebentar. Mulai dari peningkatan SDM, sistem, manajemen, dan lainnya.

SMA Nuris membangun formula baru sistem pendidikan di pesantren. Membangun semangat belajar para pelajar yang tinggi. “Kita memotivasi mereka agar punya gairah belajar yang tinggi,” tuturnya.

Upaya itu dilakukan dengan mendatangkan berbagai pakar agar siswa termotivasi belajar. Seperti seminar sains dengan mendatangkan Agus Purwanto. “Bahkan, ada kamar sains di pesantren,” ujar pria yang akrab disapa Gus Robith itu.

Hal itu untuk mengintegralkan kemampuan agama dan sains di pesantren. Dalam kegiatan pesantren, juga terdapat jam pelajaran sains, bukan hanya materi agama.

Selain itu, juga memberikan wawasan kepada para pelajar SMA Nuris agar seperti mahasiswa. Mereka tidak asing dengan wawasan yang sudah ada di lingkungan perguruan tinggi. “Kami membangun rasa percaya diri santri,” tambahnya.

Upaya itu membuahkan hasil, terbukti beberapa kompetisi pelajar SMA Nuris kerap meraih juara. Baik di tingkat lokal maupun internasional. Mulai dari lomba bidang cipta karya, akademik, hingga keterampilan. Seperti juara satu lomba esai tingkat nasional di UGM, juara dua lomba robotika tingkat nasional di UB Malang, dan lainnya.

Bahkan, beberapa lulusannya diterima di kampus ternama. Seperti di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, hingga Sekolah Tinggi Akutansi Negera (STAN).

Kendati demikian, SMA Nuris terus berupaya untuk lebih maju. Harapannya, lulusannya siap memberi kontribusi untuk kemajuan negeri. “Manajemen terbaik itu perbaikan terus-menerus,” tandasnya.

Reporter : Bagus Supriadi
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :