Tinggi Ombak 7 Meter Nelayan Tertahan Tak Bisa Pulang 

RADARJEMBER.ID-Di Puger, tingginya ombak membuat nelayan ciut. Kebanyakan mereka memutuskan tak melaut dahulu. Di pantai Pancer, Kecamatan Puger kemarin, ombak mencapai ketinggian 6 sampai 7 meter. Ombak besar mulai terlihat sejak Selasa (24/7) malam. Suaranya juga tidak seperti biasanya. Cukup keras, sehingga terdengar hingga perkampungan warga.

IKLAN

Sementara, nelayan telanjur melaut beberapa hari sebelumnya, kemarin terpaksa tertahan. Mereka tidak berani menerobos Plawangan untuk kembali ke pelabuhan tempat pelelangan ikan (TPI) Puger. Mereka terpaksa terapung-apung beberapa kilometer dari Plawangan sambil menunggu ombak mereda. Rata-rata mereka yang tertahan adalah yang nekat melaut dengan perahu sekoci (kecil).

Pantauan radarjember.id, sejak Selasa (24/7) tidak ada satu pun nelayan jukung maupun yang menggunakan perahu payang berangkat melaut. Para juragan atau pemilik perahu memilih meliburkan anak buah kapal (ABK).

Seharian kemarin, mereka juga masih memilih libur. Para juragan kapal dan nelayan banyak yang melihat ombak di sekitar Plawangan, pantai Pancer. “Saya tidak berani berangkat, ombaknya memang sangat besar,” ujar Rohim, ABK asal Puger Wetan, Kecamatan Puger.

Sejak ada imbauan dari Polairud Polres Jember di Puger agar para nelayan tak melaut, mereka memang meliburkan diri. Tetapi, hanya untuk perahu besar. Beberapa masih ada yang nekat melaut dengan perahu jukung. “Setelah perahu Kaji Dirman terbalik, banyak juragan yang libur melaut. Apalagi sampai sekarang (kemarin, Red) satu ABK yang masih hilang belum ditemukan,” tambah Rohim.

Juragan atau pemilik perahu yang juga terbiasa menjadi nakhoda memilih memarkir perahunya di sungai Besini. Selain itu, banyak jukung yang diparkir di sekitar TPI Puger karena kondisi ombak di Plawangan yang tidak bersahabat.

Para nelayan kemarin terlihat menonton ombak yang terus menggulung-gulung di Plawangan. Bahkan, sesekali ombak itu tingginya hampir menyamai batu karang besar yang ada di sana. Padahal, batu karang itu cukup tinggi. Besarnya ombak juga membuat air laut meluap sampai ke break water. Beberapa nelayan dan warga yang saat itu ada di sana langsung berhamburan.

Sementara, banyaknya nelayan yang libur melaut mengakibatkan tempat pelelangan ikan (TPI) Puger sepi. Banyak tengkulak yang biasa datang untuk memborong ikan hanya duduk-duduk di sekitar TPI.

Memang, dua hari ini nyaris tidak ada aktivitas nelayan yang membawa hasil tangkapannya ke TPI. Hanya ada beberapa pedagang ikan. Itu pun ikan yang dijualnya hasil tangkapan Senin (23/7).

Kasatpol Air Polres Jember di Puger AKP Hari Pamuji mengatakan, pihaknya memang mengimbau nelayan untuk tidak pergi melaut. Mereka menyampaikan imbauan itu lewat WA dan selebaran. Di TPI juga disediakan running teks agar nelayan bisa memantau kondisi dan cuaca.

Selain itu, polairud juga memberikan informasi lewat bendera hitam. “Jika misalnya ombak besar dan terjadi kecelakaan laut hingga menewaskan ABK, langsung dipasang bendera hitam di tiang di TPI,” katanya.

Hal itu dimaksudkan agar nelayan selalu waspada. Sehingga, jika mereka melihat bendera hitam berkibar, mereka tahu jika kondisi laut berbahaya dan mengurungkan niatnya melaut. (jum/mg-4/c2/ras)

Reporter & Fotografer : Jumai, Mahrus
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.

Reporter :

Fotografer :

Editor :