Pertama Jember Raih Penghargaan Ramah Anak

HUMAS PEMKAB JEMBER FOR RADAR JEMBER MEMBANGGAKAN: Bupati Faida menerima trofi anugerah sebagai kabupaten ramah anak berpredikat pratama dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise di Dyandra Convention Center Surabaya, Senin (23/7) malam.

RADARJEMBER.ID- Terus menunjukkan prestasinya. Pemkab Jember di bawah pimpinan dr Faida MMR memperoleh penghargaan langsung dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), di Dyandra Convention Center Surabaya, Senin (23/7) malam.

IKLAN

Penghargaan yang diterima Bupati Faida, Jember sebagai kabupaten ramah anak berpredikat Pratama. “Tahun 2018 pertama kalinya kabupaten Jember menerima penghargaan kota layak anak,” katanya dengan nada bangga.

Penghargaan itu hasil dari penilaian tim kementerian pada 2017. Tahun di mana awal Bupati Faida berkomitmen, menjadikan Jember sebagai kota ramah anak.

Diakui Faida, Jember sudah memiliki lima kriteria seperti yang dinilai kementerian. Pertama, hak-hak sipil dan kebebasan untuk anak-anak. “Di mana Adminduk untuk anak-anak di Jember mencapai 92 persen yang mendapat KIA,” ungkapnya.

Selain itu, di Jember ada lingkungan keluarga dan pengasuhan anak alternatif. Sehingga, meski orang tua anak jadi TKI dan TKW, haknya tetap terpenuhi. “Salah satunya di Ledokombo,” ujarnya memberi contoh.

Masih kata Faida, anak-anak difabel dan stunting di Jember, mendapat pemenuhan hak kesehatan dasarnya. Sebab mereka, diberi asuransi kesehatan dari PPID dengan anggaran Pemkab Jember. Termasuk akses anak-anak di puskesmas dan rumah sakit yang menyediakan ruang khusus.

Sementara yang tak kalah, anak-anak difabel di Jember bebas memilih sekolah. Bahkan semisal menunjuk sekolah yang tak inklusi, maka pemerintah yang memenuhi ketersediaan guru inklusi di sekolah tersebut. “Anak-anak tidak mampu bebas sekolah gratis dan beasiswa,” imbuhnya.

Apabila anak-anak berhadapan dengan hukum, Pemkab Jember menyediakan bantuan hukum. “Tahun depan optimistis bisa madya, karena sejatinya, penilainya sudah hampir menjangkau,” yakinnya.

Menteri PPPA Yohana Yembise, mengakui tak hanya Jember yang meraih penghargaan tersebut. Karena data yang diterimanya dari Deputi PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, ada 389 kabupaten/kota yang berkomitmen ramah anak. Namun hasil penilaiannya, hanya ada 176 pemda se-Indonesia yang berhak menerima penghargaan. Termasuk Jember.

Mama Yo, sapaan akrabnya, menilai bahwa Jember memiliki potensi sebagai daerah percontohan. Terlebih, dia pernah datang ke Jember sambil melihat aktivitas kegiatan anak di Tanoker Ledokombo. “Tahun 2030 kami punya target Idola (Indonesia Layak Anak, Red),” katanya.

Dia mengakui, beberapa kali menghadiri konferensi internasional, negara maju melakukan investasi pembangunan manusia pada anak dan perempuan. Bahkan nilai investasinya sangat besar. “Karena mereka sadar, andalan planet ini mereka para perempuan dan anak. Mereka yang menjadi andalan masa depan bangsa,” ujarnya.

Supaya setiap pemda semakin bergairah membangun kualitas perempuan dan anak di masing-masing daerahnya, kementeriannya akan menggelar acara serupa dalam setiap tahunnya. “Tidak dua tahun sekali. Tapi setiap tahun ada penganugerahan,” janjinya.

Reporter : Rully Efendi
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :