Nih Dia Seniman Kota Pasuruan yang Produktif Mencipta Lagu Anak

PRODUKTIF: Hari Widianto yang produktif menciptakan lagu anak. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Tidak banyak seniman di Indonesia yang rutin menciptakan lagu bagi anak-anak. Di Kota Pasuruan, ada sosok yang bernama Hari Widianto. Ia aktif menulis lagu sejak tahun 2011. Khususnya lagu untuk anak-anak.

IKLAN

FAHRIZAL FIRMANI, Gadingrejo, Radar Bromo

Pria paro baya itu tampak serius menatap notasi lagu di depannya. Dengan penuh penghayatan, ia mulai memainkan keyboard mengikuti notasi tersebut.

Begitulah keseharian Hari Widianto, 52, di rumahnya Jalan Hasanuddin Gang V/30, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gadingrejo. Sehari-hari, Hari adalah pendongeng di Perpusda Sekargadung.

Namun, dia juga dia juga aktif menciptakan karya lagu untuk anak-anak, termasuk lagu dewasa. Ini bahkan sudah dilakoninya sejak delapan tahun silam.

Hari -sapaan akrabnya- menjelaskan awal mula dirinya membuat lagu justru dari ketidaksengajaan. Pada 2011, ia melihat Muhammad Nazaruddin kabur saat menjadi buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mengetahui hal ini, tebersit dalam hatinya untuk menuliskan realita ini dalam lirik lagu. Dan terciptalah lagu yang berjudul Nyasaruddin. Lagu ini dibawakan oleh keluarganya dan diunggah ke channel YouTube miliknya, Manap Tholib.

“Lagu Nyasaruddin adalah lagu pertama yang saya buat. Sebenarnya iseng saja waktu itu. Ternyata mendapatkan apresiasi luar biasa dari masyarakat dan viral,” ungkapnya.

Dari situlah, ia rutin menciptakan lagu. Hingga saat ini, kurang lebih ada 50 karya lagu yang diciptakannya. Dan 10 di antaranya sudah memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI).

Di antara lagu ciptaannya yaitu, Indonesia JayaDemi CintaPrestasiHarapanku, dan Pelaku Media. Namun, seluruh lagu ini tidak dikomersialkan dan hanya untuk kalangan sendiri.

“Genre lagu yang saya ciptakan pun beragam. Mulai dari lagu anak-anak, tentang politik, kritik pemerintah, dan sebagainya. Intinya lagu yang positif,” sebut bapak dua anak ini.

Namun, dia paling banyak menciptakan lagu untuk anak-anak. Pertimbangannya, lagu anak-anak makin tahun kian langka. Sementara lagu yang liriknya kurang mendidik, semakin bermunculan.

Dari sinilah, ia pun aktif membuat lagu anak-anak. Dan saat ini ada sekitar 20 lagu anak-anak yang sudah diciptakannya. Misalnya, Siba SibuJujurlah SemuanyaTepuk Tangan, dan Nenek Nenek.

“Ada lagi lagu berjudul Ayo Baca yang saya buat tahun 2017. Lalu untuk Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Pasuruan dan cukup disukai,” jelasnya.

Pria yang memiliki Sanggar Siba Sibu ini mengaku, hampir setiap bulan mencipta lagu. Untuk mendapatkan inspirasi mencipta lagu, ia harus berada dalam kondisi nyantai dan pikiran tidak tegang. Biasanya, dalam waktu 10 menit saja, ia bisa menciptakan sebuah lagu.

Hari pun biasa keluar rumah untuk mencari ide. Entah sekadar berkendara atau bersantai di luar. Terkadang saat mendapatkan inspirasi di jalan, ia langsung berhenti. Lantas, merekam nada melalui handphone miliknya.

Menurut pria kelahiran 52 tahun silam ini, setiap lagu yang diciptakan memiliki moral value atau nilai moral. Misalnya, lagu Siba Sibu. Ini memiliki pesan agar semua anak selalu berpikir sebelum bertindak. Baik dan buruk ada konsekuensinya.

“Saya ingin mengembalikan anak pada porsinya. Akhir-akhir ini kan banyak anak yang menyanyikan lagu dewasa. Bahkan, terkadang liriknya tidak baik,” tuturnya. (hn)

Reporter :

Fotografer :

Editor :