Calon Jemaah Haji Lumajang Didominasi Petani dan Lulusan SD

HAFID ASNAN / RAME PERSIAPAN: Jemaah haji asal Lumajang ketika melakukan silaturahmi dan pelepasan di Pendapa Lumajang, kemarin. Ada juga jemaah termuda yang berangkat kali ini, berusia 19 tahun.

RADARJEMBER.ID- Siapa yang menyangka jika sepanjang sejarah keberangkatan calon jemaah haji Lumajang banyak didominasi oleh petani. Mayoritas lulusan SD. Tetapi itulah faktanya, yang setiap tahun sepanjang sejarah tak pernah berubah. Belum terpecahkan oleh profesi lain dan kelas pendidikan lainnya.

IKLAN

Dari catatan radarjember.id, kondisi ini tak pernah berubah. Selalu petani yang dominan mengisi CJH asal Lumajang. Bukan juga dari kalangan elit terpelajar. Tetapi hanya lulusan SD.

Kemarin, catatan ini ditasbihkan saat silaturahmi dan pemberangkataan CJH di pendapa Lumajang. Mereka datang memadati pendapa dan melepas doa bersama untuk keberangkatannya pada 26 dan 27 Juli nanti. Inilah yang membuat profesi dan strata pendidikan selain SD perlu angkat topi.

H Muhammad SSos MPdI, Kepala Kantor Kemenag menguraikan detail data ini saat memberikan pengarahan dan sambutan kemarin. Di depan Forkopimda, dia menyebutkan detail berapa persentase jemaah yang berangkat tahun ini. Terbanyak adalah CJH dengan latar belakang pendidikan lulusan SD. Mencapai 523 orang jemaah atau 46 persen. Hampir separuhnya. Sementara profesinya adalah petani yang paling banyak. Mencapai 341 orang atau 29 persen. (Selengkapnya lihat grafis).

Selain data-data menyangkut latar belakang pendidikan dan profesi pekerjaan CJH, Muhammad juga menguraikan jemaah haji paling tua dan paling muda. Paling tua adalah usia 93 tahun, atas nama Lia binti Tipah Mardani. Sedangkan CJH termuda adalah Rohimatun Nikmah usia 19 tahun.

Sempat diminta berdiri oleh Muhammad saat acara berlangsung. Namun sayangnya, jemaah haji tertua kebetulan berhalangan hadir dalam silaturahmi kemarin. Hanya ada CJH termuda Rohimatun Nikmah yang terlihat dan sempat berdiri disambut tepuk tangan ribuan jemaah yang hadir kemarin.

Reporter & Fotografer: Hafid Asnan
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.

Reporter :

Fotografer :

Editor :