Pencarian Korban Perahu yang Terbalik Terkendala Ombak

Jumai/Radar Jember PENYISIRAN: Tim SAR BPBD saat melakukan penyisiran korban Syafi’i, 65, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Kulon, terus dilakukan tim gabungan

RADARJEMBER.ID-Hari keempat pencarian Syafi’ii, 65, warga Dusun Mandaran 1, Desa Puger Kulon, belum membuahkan hasil. Hingga hari kelima Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap ABK yang hilang saat kejadian di sekitar Plawangan Pancer Puger bersama puluhan ABK lainnya. Dalam pencarian ini dikomandani langsung oleh Rudy, anggota Basarnas Jember.

IKLAN

Memang sebelum korban dinyatakan hilang, sempat bersama dengan Munaji, korban selamat yang saat itu sama-sama terlempar dari perahu yang terbalik. Korban juga sempat berpegangan tangan dengan Munaji. “Tetapi beberapa menit kemudian korban dengan Munaji terlepas hingga terbawa arus di sekitar pesisir Watangan,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, jumlah personel yang dilibatkan dalam pencarian korban Syafii sekitar 60 orang, dari tim SAR gabungan. Seluruhnya ada lima regu dibagi dengan lima reas area. Di antaranya di sekitar pesisir Gunung Watangan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Untuk regu 2 dan regu 5, difokuskan di titik tempat kejadian (Plawangan) hingga 8 km ke arah barat ke Dusun Getem, Desa Mojosari, dan terakhir di Pantai Nyamplong Kobong, Gumukmas. Sebab, informasi terakhir sebelum korban hilang, ada satu ABK yang sempat ingat kalau korban sama-sama berusaha untuk menyelamatkan diri. “Namun terseret lagi ke tengah, di sekitar batu karang pesisir Tatangan,” imbuh Rudy.

Untuk pencarian hari keempat kemarin mereka kesulitan ketika sampai di laut, karena hingga ombaknya masih tidak bersahabat. Karenanya, pencarian di laut tidak bias maksimal, dan hanya difokuskan pencariannya di darat saja. Apalagi pencarian di hari pertama dan ketiga, rata-rata korban ditemukan sudah berada di sisi pinggir pantai.

Untuk tim SAR yang ikut melakukan pencarian cukup banyak, antara lain diantaranya Basarnas, Tim SAR BPBD Jember, Kamla Jember di Puger, Satpolair Polres Jember di Puger, dan PMI Jember. Bahkan ada juga dari warga sekitar dan anggota keluarga korban, serta juga dari nelayan. “Karena nelayan lebih paham tentang kondisi laut di Puger ini,” ujar Rudy, komandan Screw SAR Joko Berek, dari Basarnas Jember.

Kasatpol Air Polres Jember di Puger AKP Hari Pamuji kepada radarjember.id mengatakan, pihaknya terus melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan lainnya. Termasuk dari nelayan serta dari keluarga korban yang belum ditemukan. Pencarian memang difokuskan ke darat, karena untuk pencarian melalaui laut masih terkendala karena ombaknya masih besar.

Pihaknya terus mengimbau kepada nelayan yang memang nekat untuk berangkat melaut untuk lebih waspada, karena ombak di Pancer Puger masih cukup tinggi. Pihaknya juga sudah mengimbau kepada nelayan, bahkan di sekitar dermaga TPI sudah dipasang bendera warna hitam, menandakan kalau ombak masih besar.

Sabtu kemarin (21/7),  sekitar pukul 14.00 kecelakaan kembali terjadi. Yakni, salah satu perahu pakisan/eder milik Haji Torikun, warga Dusun Puger Wetan, mengalami pecah setelah dihantam ombak saat melintas untuk keluar mencari ikan.

Perahu yang dinakhodai Nurhalik, 50, warga Watu Ireng, Desa Puger Wetan, beserta empat ABK dan seorang nakhoda berhasil selamat setelah ditolong nelayan lainnya. Sementara perahu yang lengkap dengan alat tangkap ikan serta mesinnya tenggelam. “Hingga saat ini masih belum berhasil dievakuasi,” ujar saksi mata.

Pantauan Jawa Pos radar Jember, di sekitar masih terlihat ombak, namun tidak separah pada kejadian Kamis (19/7). Bahkan terlihat juga keluarga nelayan dan wisatawan juga banyak di break water/ pemecah ombak .

Reporter : Jumai
Editor : M. Shodiq Syarif
Fotografer : Jumai
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :