Bangkai Perahu Belum Dievakuasi

Jumai/Radar Jember TERBAWA OMBAK SAMPAI MUARA: Perahu “Joko Berek” milik Dirman, 50, warga Dusun Mandaran 1, Desa Puger Kulon, masih terbalik di sekitar muara Sungai Bedadung, Puger Minggu (22/7), kemarin.

RADARJEMBER.ID-Sulitnya proses evakuasi perahu “Joko Berrek” milik Haji Dirman, 50, warga Dusun Mandaran 1, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, masih terbalik di muara Suangai Bedadung. Sulitnya proses itu karena perahu yang terbalik itu menancap di pasir yang cukup dalam.

IKLAN

Untuk proses evakuasi memang membutuhkan waktu yang lam. Apalagi saat kondisi air laut pasang, perahu semakin tertancap. Untuk memudahkan evakuasi di bagian bawahnya, dipasang beberapa pelampung ukuran besar untuk bisa mengangkat perahunya.

Perahu panjang 22 meter itu setelah berhasil diangkat bagian bawahnya, jaring yang masih tersisa di dalam kotak perahu berhasil diselamatkan. “Sebagian kotak kayu di dalam perahu juga dipreteli untuk memudahkan proses evakuasi, ujar nelayan yang ikut membatu proses evakuasi.

Pantauan RadarJember.id, rencananya perahu naas yang menewaskan 8 ABK dan 1 ABK hilang itu sudah bergeser dari sekitar plawangan. Ini setelah hari kedua dan ketiga berhasil ditarik dengan menggunakan beberapa kapal milik nelayan lainnya.

Kasatpol Air Polres Jember di Puger AKP Hari Pamuji mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi di lapangan. Memang rencananya perahu nahas yang terbalik setelah dihantam ombak itu hingga sekarang masih posisi tetap. Hal ini karena posisi perahu di bagian belakangnya menancap ke pasir, sehingga ini yang membuat sulit untuk proses evakuasi.

Apalagi sejak pagi hingga pukul 12.00, kondisi air laut masih pasang, sehingga perahu masih belum bisa dibalik atau dievakuasi dari tempat terakhir setelah ditarik dengan kapal sebelumnya. Pihaknya juga mengimbau kepada nelayan yang nekat berangkat melaut untuk lebih waspada karena ombak masih besar. Apalagi kabut tebal di sekitar plawangan cukup tebal, sehingga ombak yang datang tidak bisa terpantau oleh nelayan. (jum/c1/sh)

Reporter : Jumai
Editor :  M. Shodiq Syarif
Fotografer : Jumai
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :