MENAWAN: Nova Retalista, Gadis Kediri yang Juarai Miss Global Indonesia (Nova for radarkediri)

SOLO, JP Radar Kediri – Nova Retalista membuat prestasi membanggakan. Gadis asli Kediri ini berhasil meraih mahkota Miss Global Indonesia dan berhak mewakili Indonesia menuju Miss Global Internasional.

IKLAN

Dara 21 tahun asal Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini berhasil mengungguli puluhan konstestan lain yang berasal dari 34 provinsi pada malam final yang digelar di The Heritage Palace Solo, Minggu lalu (17/11).

“Rasanya tidak menyangka, saya berpikir hanya sampai enam besar atau runner up 2. Ternyata diberi kepercayaan lebih. Terima kasih,” ucap Nova-dia biasa dipanggil, saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri melalui pesan singkat.

Mahasiswi semester V fakultas psikologi Universitas Surabaya ini mengaku gelar Miss Global Indonesia ini menjadi prestasi pertamanya di tingkat nasional. Mahkota yang diraihnya ini seakan menjadi pembuktian kemampuannya berkompetisi di ajang pageant nasional. “Saya sempat tak percaya diri,” ucap putri tunggal dari pasangan Kepy Yuliastuti dan nanang Heru Prajitno ini.

Karena itulah, raihan pemilik tinggi badan 173 dan berat badan 50 kilogram ini tak mampu membuatnya berhenti belajar. Sebab, tahun depan, dia harus membawa nama Indonesia di ajang Miss Global Internasional. “Saya harus mempersiapkan lebih baik lagi. Mem-branding diri sehingga bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia di tahun depan,” akunya.

Di antaranya adalah dengan pendalaman public speaking, memantapkan catwalk hingga sejumlah agenda photoshoot sebagai pemenang Miss Global Indonesia. Tak lupa, Nova mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukungnya. Seperti kedua orang tuanya, teman-temannya semasa karantina, dan keluarga besar Miss Global Indonesia.

“Banyak pelajaran yang sudah saya dapatkan selama proses karantina hingga malam final,” tuturnya.

Kebanggaan besar pun terucap dari ibunda Nova yang mendampingi Nova saat malam final. “Rasanya campur aduk, antara tegang, bangga, dan terharu,” ucap Kepy Yuliastuti.

Apalagi, Kepy menyaksikan sendiri anak semata wayangnya itu benar-benar penuh perjuangan selama mengikuti kontes kecantikan. “Dia (Nova) harus pintar membagi waktu antara tugas kampus dan lomba,” tuturnya.

Karena itulah, Nova tak pernah meninggalkan laptop dan selalu memanfaatkan setiap waktu luang untuk mengerjakan tugas-tugas dari kampus.

(rk/baz/die/JPR)