Kreativitas Warga Sulap Kampung di Muktisari, Balai RT Jadi Spot Selfi

WAWAN DWI/RADAR JEMBER MIRIP KAMPUNG KELIR: Balai RT yang rusak parah akibat diterjang banjir 2014 silam dipermak jadi menarik. Kini, balai RT itu sering menjadi spot selfi warga, tamu maupun orang yang kebetulan melintas di sana.

RADARJEMBER.ID- Agustusan menjadi momen tepat untuk mengelar lomba. Termasuk lomba lingkungan hidup. Inilah yang diberdayakan warga Perumahan Muktisari. Tidak sekedar lomba, mereka juga berdayakan bank sampah.

IKLAN

Perumahan yang berada di Jalan Basuki Rahmat tersebut tak ubahnya seperti kampung kelir. Jalan berpaving dicat aneka warna, sedangkan melihat di atas banyak ragam hiasan. Sementara ada satu  bangunan yang penuh warna-warni dan begitu digandrungi pemuda untuk foto selfi. “Oh ini balai RT yang rusak parah karena banjir tahun 2014 lalu,” kata Arief Dwiyantono, ketua RT 03 RW 027, Kelurahan Tegalbesar tersebut.

Ketika diterjang banjir 2014, Perumahan Muktisari menjadi sangat kotor. Sampah berserakan dan tidak ada tempat yang nyaman untuk area bermain anak-anak. Berangkat dari tersebut, keprihatinan terhadap lingkungan mulai tumbuh demi sedikit. Perlahan tapi pasti, usulan lomba kebersihan lingkungan diterima dan dijalankan. Lomba antar dasawisma tersebut terbukti manjur untuk menumbuhkan rasa sayang terhadap lingkungan mulai dari orang tua sampai anak-anak, dan bergotong-royong dalam hal kebersihan. “Perumahan ini berada di pinggir sungai. Baik dan buruknya lingkungan akan terasa,” imbuhnya.

Lanjut Arief, sehingga tahun 2017 ide pembagian sampah plastik dan tidak berjalan mulus. “Sekarang sampah setiap rumah ini dipisah jadi dua. Sampah plastik dan tidak,” imbuhnya.

Meski ide bagus tentang lingkungan tersebut, masih ada saja warga yang tidak menuruti. “Kami terus sosialisasi, agar sampah ini dibagi dua,” imbuhnya.

Tak perlu waktu lama ide itu dijalankan semua warga. Lewat mengerakkan karang taruna, penumpukan sampah plastik bisa teratasi. “Setiap Sabtu remaja di sini ini keliling dan ambil sampah plastik ke rumah warga,” ujarnya.

Hasilnya, dari sampah tersebut memang tidak sesuai dengan tujuan utama. “Ya ingin sampah itu dijadikan barang yang lebih berguna. Tapi sekarang hanya dikilokan saja, semoga ke depan mimpi kampung edukasi sampah tercipta,” kata pria yang bekerja di Pemkab Jember ini.

Bantaran sungai perumahan yang pernah diterjang banjir kini lebih cantik. Ada tanaman buah yang setiap minggu pagi jadi tempat menghabiskan waktu bersama keluarga.

Reporter & Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :