Pemohon 300 Pemohon,  Banyak yang Tanpa Kepala Teknik Tambang

HAFID ASNAN/RAME TEMUAN PELANGGARAN: Bonni Momenta, Kabid bagian ekonomi Setda Pemkab Lumajang ketika menjelaskan adanya temuan dari inspektur tambang

RADARJEMBER.ID– Membeludaknya pengajuan izin tambang di Lumajang bikin prosesnya lelet. Dari Lumajang sudah sekitar 300-an pemohon izin tambang. Tapi belum separuh terurus. Itu pun bukan berarti yang beroperasi tidak melanggar. Kebanyakan pelanggarannya karena tidak memiliki kepala teknik tambang. Kondisi ini terkuak dalam rapat koordinasi antara penambang dan sejumlah instansi terkait yang menangani tambang siang kemarin di aula Bakesbangpol Lumajang.

IKLAN

Bonni Momenta MT, Kabid Ekonomian dan ESDA Bagian Ekonomi Setda Pemkab Lumajang menjelaskan, sejauh ini totalnya sudah ada 35 izin tambang. Terbaru izinnya ada di Kecamatan Pronojiwo, Sumbersuko, dan Candipuro.

Sementara yang mengajukan hampir 300-an pemohon izin. “Dari 300 an itu ada yang mundur, batal sampai yang bisa ditindaklanjuti dan prosesnya berjalan sekitar seratusan. Belum separuhnya,” katanya. Dari 35 izin itu, baru 5 izin yang keluar bulan ini.

Apakah 35 itu tertib semua? Belum tentu juga. Pemerintah melalui bagian ekonomi memang terus melakukan pembinaan. Mengimbau semaksimal mungkin mengikuti aturan yang ada. Tapi namanya pertambangan ada juga melesetnya dari aturan.

Apalagi aturannya banyak sekali. Kalau memenuhi seratus persen berat. Tetapi jika dilihat standarnya, bisa dicek pada saat ada pengawasan dari inspektur tambang. “Ada 4 IUP dilakukan pengawasan langsung oleh mereka. Seperti disidang itu. Kurangnya ini itu dan lainnya. Disampaikan dan diberi waktu untuk menindaklanjuti,” katanya.

Hasilnya, dari inspektur tambang menemukan pelanggaran dan langsung diberi teguran tertulis pertama. “Sudah ada yang melanggar. Rata-rata pelanggarannya kebanyakan belum punya kepala teknik tambang. Itu merata. Padahal wajib,” katanya.

Kalau melanggar zona dan diawasi kemarin tidak ditemukan itu. Tapi tetap diimbau memasang patok batas. Karena itu wilayah mereka sendiri agar tidak sampai keluar dari batas zona izin. Untuk yang ilegal sesuatu yang salah dan harus ditertibkan.

Tapi faktanya beberapa hari kemudian ada yang kambuh lagi. “Makanya solusi jitunya adalah penertiban berkelanjutan. Karena kalau tidak begitu akan muncul lagi. Sama dengan kegiatan ilegal lainnya,” tambah Bonny.

Reporter & Fotografer: Hafid Asnan
Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :