Bendera Raksasa di Curah Buntu

MAHRUS SHOLIH/RADAR JEMBER KIBARKAN BENDERA: Dua orang warga memasang bendera berukuran jumbo. Bendera itu dikibarkan pada sebuah tiang yang terikat di dahan pohon di pinggir sungai Dusun Curah Buntu, Desa/Kecamatan Jenggawah.

RADARJEMBER.ID- Menjelang HUT ke-73 RI, sejumlah warga di Dusun Curah Buntu, Desa/Kecamatan Jenggawah mengibarkan bendera merah putih berukuran jumbo. Bendera berukuran 6 x 4 meter tersebut dipasang pada sebuah tiang yang diikat pada pohon yang berada di pinggir sungai di kawasan dusun setempat.

IKLAN

Pantauan radarjember.id, proses menaikkan bendera ini membutuhkan perjuangan tersendiri. Mengingat lokasi pemasangan bendera persis di bibir sungai. Apalagi, posisi tiang yang terikat di dahan pohon, membuat warga harus berhati-hati. Mereka tak boleh ceroboh. Sebab, jika sampai salah, warga bisa terpeleset dan tercebur ke kanal irigasi.

Ada tiga orang yang bertugas memasang bendera merah putih jumbo ini. Dua orang memanjat pohon, sedangkan seorang warga memegangi bendera di bawah. Dua pemanjat itu bekerja sama mengaitkan tali bendera ke tambang yang terikat ke tiang. Fungsinya juga persis seperti tiang bendera pada umumnya. Ketika sudah terkait, bendera itu dikerek hingga ke puncak tiang.

Usai memasang bendera, kemudian ada salah seorang warga yang memberi komando agar semua yang hadir memberi hormat ke Sang Saka Merah Putih. Sesaat suasana menjadi hening, yang terdengar hanya bunyi kepakan bendera yang tertiup angin.

Koordinator warga, Muhammad Rudi mengatakan, pengibaran bendera raksasa ini sengaja dilakukan untuk menyambut HUT RI ke-73. Hal ini untuk memberikan semangat kemerdekaan bagi seluruh masyarakat di kampungnya. “Meskipun tidak ikut berjuang, namun kami berharap bisa merasakan jiwa nasionalisme para pejuang saat itu,” ujarnya.

Lebih lanjut dia berharap, pengibaran bendera ini dapat menambah jiwa nasionalisme warga di kampungnya. Tak hanya itu, juga dapat memberikan semangat bagi semuanya, khususnya warga agar lebih mencintai Indonesia, serta memegang prinsip NKRI harga mati. “Karena apa yang kami lakukan ini belum seberapa jika dibandingkan perjuangan para pahlawan yang telah gugur,” katanya.

Harapan serupa juga disampaikan Supono, warga yang ikut memasang bendera tersebut. Meski begitu, pria 52 tahun ini mengingatkan agar para generasi muda tak hanya memperingati kemerdekaan secara seremonial saja, tetapi juga harus mengisinya dengan kegiatan yang positif. “Dan tentunya tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Sesuai dengan prinsip bineka tunggal ika. Jadi, jangan sampai mau diadu domba oleh siapa pun,” pungkasnya.

Reporter & Fotografer : Mahrus Sholih
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :