Balet Baru Menuju Desa Mandiri, Daya Pendukungnya Mulai Disiapkan

Bagus Supriadi/Radar Jember FASILITAS KESEHATAN: Pos Kesehatan Desa yang terletak di bala Desa Balet Baru siap untuk digunakan

RADARJEMBER.ID- Balet Baru merupakan desa yang terletak di Kecamatan Sukowono. Desa ini memiliki penduduk sekitar 6000 orang. Daya dukung untuk menjadi desa mandiri sudah mulai mendukung. Mulai dari sarana pendidikan, kesehatan, pertanian dan ekonomi.

IKLAN

Desa ini dipimpin oleh Kepala Desa bernama Anwari. Dibawah pimpinannya, Anwari mencoba mengelola desa dan memanfaatkan dana desa untuk menjadi mandiri. Selain pembangunan fisik, juga membangun Sumber Daya Manusia (SDM).

Desa ini memiliki potensi di bidang pertanian, mayoritas penduduknya sebagai petani. Untuk memajukan sektor itu, pemerintah desa melalui dana desa membangun infrastrukturnya. Seperti jalan, saluran irigasi dan sarana kesehatan seperti Poskesdes.

Sekretaris Desa Balet Baru, Zainuddin menambahkan salah satu potensi desa yang bisa dikembangkan adalah sektor pertanian.  Misal Bumdes yang dikembangkan bisa di bidang tersebut.

Selain itu,  kata dia, desa itu memiliki lembaga pendidikan yang maju dan terkenal. Yakni Ponpes Nurul Qurnain. Lembaga pendidikannya mulai dari tingkat PAUD hingga pendidikan tinggi, yakni Ma’had Aly.

Potensi lain, yakni kerajinan unik yang hanya ada di desa tersebut. Yakni bonsai kelapa. Bonsai ini dibuat oleh warga dan bisa menjadi wadah ekonomi baru untuk mengembangkan desa. Bahkan Pos Kesehatan Desa juga sudah selesai dibangun dan siap dipakai.

“Kami memang mencari potensi desa untuk dikembangkan,” tambah Totok Hadi Sucipto, pendamping desa Sukowono. Potensi itu akan dikaji untuk dikembangkan. Bahkan bisa dimasukkan menjadi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)

Sementara itu, Husen Pranoto,kasi PMKS Kecamatan Sukowono menjelaskan Desa Balet  Baru sedang dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) warganya. Terutama dalam bidang kewirausahaan. Sebab, untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa, membutuhkan SDM yang mumpuni. “SDMnya kita latih dulu,” ujarnya.

Menurut dia, pembangunan yang dilakukan desa tidak harus berupa fisik. Namun yang tak kalah penting adalah pembangunan non fisik, yakni peningkatan SDM masyarakat. Tak heran, desa ini menargetkan agar SDM warganya berkembang.

“Itu kami kawal, ada di perencanaan,” ucapnya. Apalagi, dana desa yang diberikan pemerintah sangat membantu untuk mewujudkan kemandirian desa. Salah satunya adalah melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Namun, Pemerintah Desa Balet Baru tidak terburu-buru untuk mendirikan Bumdes. Sebab, kemampuan warganya untuk mengelola harus dimantangkan terlebih dahulu. “Bumdes kita memang masih minim, kami perlu terus melakukan pelatihan dulu,” akunya.

Bahkan, pihak kecamatan melibatkan salah satu perbankan untuk melatih warganya menjadi entrepreneur. Semua pengurus Bumdes di Kecamatan Sukowono dilatih cara mengembangkan usah. “Total ada 12 desa, masing-masing desa sudah mengalokasikan modal untuk Bumdes, mulai dari Rp 20 hingga Rp 50 juta,” pungkasnya.

Reporter & Fotografer: Bagus Supriadi

Reporter :

Fotografer :

Editor :