Warga Curahtakir Tagih Janji, Kapan Jembatannya Dibangun?

Jumai/Radar Jember LEWAT SUNGAI KERING: Warga Dusun Curahrejo, Desa Curahtakir saat melintasi sungai Curahtakir yang mengering. Namun, jika musim penghujan dan banjir, jangan coba-coba nekat melintas. Sungai cukup dalam dan arusnya cukup deras.

RADARJEMBER.ID- Warga di Dusun Curahrejo, Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo terus menagih janji Pemkab Jember, dalam hal ini Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Akhir Jember. Pasalnya, Pemkab Jember beberapa bulan lalu sempat berjanji akan membangun jembatan.

IKLAN

Jembatan itu sangat dibutuhkan ratusan KK di Dusun Curahrejo, Desa Curahtakir yang ada di timur sungai. Memang, jika musim kemarau seperti saat ini, jembatan tidak dibutuhkan. Sebab, warga biasa melintasi sungai yang mengering. Namun, jika musim hujan dan banjir tiba, warga sulit untuk menyeberang ke barat sungai karena tidak ada jembatan

Suli, 60, warga setempat mengatakan beberapa bulan lalu Kepala Dinas PU Bina Marga dan Muspika Tempurejo sudah turun ke lokasi jembatan yang akan dibangun. Bahkan, dalam pertemuan itu sudah disepakati akan dibangun pada bulan Juni. “Tetapi hingga pertengahan bulan Agustus 2018, tidak ada tanda tanda jembatan ini akan dibangun,” katanya.

Suli mengatakn, jika memang dibangun, seharusnya bulan-bulan ini sudah mulai dikerjakan. Pasalnya, sungai sedang kering. “Bulan September hingga Desember nanti besar-besarnya (lebat, Red) hujan, air sungai besar,” ujar tokoh masyarakat setempat ini.

Dikatakan, warga yang rumahnya di barat sungai tidak terlalu membutuhkan jembatan. Sebab, mereka tidak tiap hari menyeberang sungai. “Yang jadi masalah, warga timur sungai. Kalau sudah banjir, orang tua yang mempunyai anak sekolah selalu dibuat repot karena harus menyeberangkan anaknya yang mau sekolah,” tambahnya.

Selama ini, warga yang ada di timur sungai di musim penghujan jika berangkat sekolah terpaksa copot sepatu. Kemudian, dipakai lagi setelah menyeberang sungai. “Kasihan jika terus begini,” katanya.

Selain itu, para pedagang sayuran dari luar desa Curahtakir dan orang yang berangkat kerja ke hutan juga sangat butuh jembatan itu. Sebab, jika banjir, sungai cukup dalam dan arusnya cukup deras.

Reporter & Fotografer: Jumai
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :