Banyak Perahu Antre karena Ombak Pancer Puger Besar

Jumai/Radar Jember NGETRIL DI PLAWANGAN: Dengan menggunakan jongkong, salah seorang nelayan Puger nekat melewati ombak di Plawangan, Kecamatan Puger. Perahu kecil itu pun seperti akan “ngetril”. Jika tidak lihai, perahu bisa terbalik karena ombak di sekitar pantai Pancer itu sangat besar.

PUGER – Ombak Pancer Puger kini kembali besar. Banyak nelayan yang memilih antre, karena berisiko. Namun, ada beberapa yang nekat untuk berangkat ke laut.

IKLAN

Selain ombak besar, rupanya di sekitar muara sungai Bedadung terjadi pendangkalan. “Ini yang membuat nelayan yang menggunakan jukung (jongkong) dan perahu (yang nekat melaut) harus antre dulu,” ujar Paidi, warga Lojejer.

Menurutnya, ombak di Plawangan memang terkenal angker. Nelayan yang nekat melaut harus pintar menghitung datangnya ombak dari tengah laut. “Keluarga nelayan yang mengantarkan dari pinggir pantai biasanya memberi kode dengan melambaikan sarung atau topinya. Ini dilakukan agar nelayan itu selamat saat akan melintasi Plawangan tersebut,” ujar Paidi.

Namun, Paidi menyebut, ombak saat ini sebenarnya tidak seberapa besar. Sebab, pengalaman dia, puncak ombak di kawasan tersebut adalah bulan Agustus. ”Bulan-bulan ini kami sebenarnya harus mulai berangkat (ke laut), karena memang sudah muncul ikan,” kata Paidi lagi. Nah, karena banyak nelayan yang ragu melaut, banyak yang memilih memarkir jongkong atau perahunya, di sekitar muara sungai Bedadung. (jum/c2/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :