IRHC, Kelompok Penggerak Entrepreneur Anak Muda Miskin

IRHC for Radar Jember POTENSIAL: Ilzam (berdiri di tengah) bersama sejumlah anggota IRHC Young Entrepreneur.

RADARJEMBER.ID- Memilih kelompok anak muda. Bukan kelompok anak kaya. Melainkan anak muda yang tak bisa melanjutkan kuliah. Mereka dilatih. Diarahkan jadi seorang entrepreneur. Tujuannya sederhana, memberi kesempatan bagi anak orang tak mampu supaya bisa kaya.

IKLAN

Kelompok itu diberi nama IRHC Young Entrepreneur. IRHC tak lain akronim empat orang penggagas, seperti Ilzam, Riga, Helmi, dan Chenwei. “Kami berdiri sejak 29 September 2016,” kata Ilzam, Kamis (9/8) kemarin.

Memang, awal berdirinya di Jember. Namun kini, basecamp mereka juga ada di Lumajang. Mereka mengembangkan sayap, supaya semua anak muda bisa belajar bersama tanpa harus mengeluarkan biaya. Sebab, mereka menggratiskan semua aktivitas pendidikan entrepreneur.

Meski gratis, pengajar yang didatangkan bukan sembarangan. Bahkan, dosen dari kampus ternama pun pernah dihadirkan dalam kampus wirausaha gratisan gagasannya tersebut. “Jadwalnya memang tentatif dan informal. Tapi kami punya target dalam setiap pelatihan,” ujar pria kelahiran Tanggul itu.

Selain itu, IRHC juga menggerakkan socialpreneur. Sebuah misi sosial yang dibingkai dengan aktivitas wirausaha. Namun, ada bentuk aplikasi nyata. Sebab, mereka juga membina anak didiknya untuk merealisasikan ilmunya dalam bentuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hasil dari penjualan produk UMKM tersebut disisihkan untuk kegiatan sosial, serta melatih remaja anak orang tak punya. Selain itu, biayanya juga bersumber dari hasil penjualan produk di toko daring (online) yang digagas empat pemuda asli Jember tersebut.

Hampir tiga tahun berdiri, anggotanya sudah mulai ribuan. Merawat kuantitas dan kualitas anggotanya dengan memanfaatkan media sosial. Bahkan, bukan hanya dari luar kota seperti Surabaya, Madiun, Solo. Sebab, terbaru juga ada yang berdomisili di Singapura dan Korea Selatan. “Mereka TKI dan TKW yang kerja di sana,” akunya.

Para TKI itu tahu dari channel Youtube IRHC Young Entrepreneur. Pelatihan dan pendampingannya pun melalui media sosial. Bahkan, kini mereka yang di luar negeri lebih aktif memasarkan produk Jember di Singapura serta Korea Selatan. “Seperti makaroni yang di sini dijual Rp 8 ribuan, di Singapura bisa laku 5 Dolar Singapura,” akunya.

Ilzam dan ketiga temannya punya mimpi, remaja anak orang tak punya bisa terentas dari kemiskinan, asal mereka punya keinginan yang kuat menjadi pribadi yang maju. “Anak muda miskin jumlahnya banyak. Mereka butuh perhatian khusus. Jika berhasil, maka negara juga bisa mengubah lebih maju lagi,” paparnya.

Meski demikian, mereka menolak mendapat bantuan pemerintah. Seperti tujuan awal, bersiap menjadi pribadi yang mandiri, namun bisa bermanfaat bagi banyak orang. “Sekarang kami lebih sering road show ke sekolah-sekolah,” kata pria kelahiran 29 September 1990 ini.

Reporter : Rully Efendi
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :