Pindah Ratusan Telur Penyu ke Kawasan Aman

Ariyanti for Radar Jember BIAR AMAN: Petugas BKSDA Wilayah III Jember mengamankan ratusan telur penyu agar terhindar dari predator, Senin (6/8) kemarin.

RADARJEMBER.ID- Ratusan telur penyu di kawasan Pantai Paseban dipindahkan oleh petugas BKSDA Wilayah III Jember, Senin (6/8) kemarin. Dalam aksi itu, BKSDA bersama Kasat Polair Polres Jember dan Pokmaswah Indah Lestari Gumukmas. Telur itu dipindahkan ke kawasan aman, agar terhindar dari predator.

IKLAN

Kepala BKSDA Wilayah III Jember Setyo Utomo mengatakan, pemindahan dilakukan Resort Konservasi Wilayah (RKW) 15 dan RKW 16 Jember Nusa Barong. “Ada tiga sarang telur penyu yang dipindahkan oleh petugas di Pantai Paseban,” katanya.

Tak tanggung-tanggung, masing-masing sarang itu memiliki jumlah telur penyu yang cukup banyak. Yakni satu lubang berisi 85 telur. Kemudian, lubang kedua berisi 103 telur, dan 99 butir telur di lubang ketiga. Namun, satu telur pecah dalam proses itu.

Penyu yang bertelur di dua sarang itu diperkirakan jenis penyu hijau dan satu sarang lagi jenis penyu lekang. Semua telur itu dipindahkan ke kawasan Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) agar aman hingga menetas.

Sementara itu, Ariyanti, Polisi Hutan (Polhut) Pertama BBKSDA Jawa Timur menambahkan, salah satu predator yang bisa memakan telur penyu tersebut adalah biawak. Kemudian jenis satwa liar lain yang suka memakan benda berbau amis.

“Namun yang lebih parah, predator berupa manusia,” ujarnya. Yakni mengambil telur penyu untuk dijual. Apalagi, perdagangan telur penyu di Jember masih terus terjadi. Meskipun jumlahnya sudah mulai berkurang.

Kesadaran masyarakat dalam menjaga satwa dilindungi masih rendah. Terbukti, mereka mengambil telur penyu untuk dijual guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami perlu sinergi dengan camat dan polsek untuk sosialisasi kesadaran warga terhadap perlindungan penyu,” ucapnya.

Telur penyu, kata dia, sering kali dijual dengan harga Rp 2.500 oleh warga. Predator manusia lebih sulit dihadapi daripada predator satwa liar. “Upaya meredam predator manusia lebih sulit,” akunya.

Saat ini memang menjadi musim penyu bertelur di kawasan pantai selatan. Setiap selesai bertelur, penyu pasti meninggalkan telur tersebut. “Berbeda dengan kawasan Nusa Barong, musim bertelur justru di musim penghujan,” ucapnya.

“Sekarang satu malam bisa tiga penyu yang naik ke pesisir untuk bertelur,” pungkasnya.

Reporter & Fotografer : Bagus Supriadi
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :