Masyarakat, TNI, Relawan, Mahasiswa, Dinas Lingkungan Hidup Bersih-Bersih Sungai Bedadung

Jumai/Radar Jember BERSIH-BERSIH SUNGAI: Masyarakat, TNI, relawan, mahasiswa, dinas Lingkungan Hidup saat berbaur bersama membersihkan sampah yang ada di Sungai Bedadung, Desa Biting, Kecamatan Arjasa Minggu (5/8)

RADARJEMBER.ID-Kurang sadarnya warga dan masyarakat untuk membuang sampah di sungai masih terlihat di mana-mana. Salah satunya yang memprihatinkan adalah pencemaran sampah oleh masyarakat terhadap sungai yang ada di Jember. Jika sampah menumpuk, maka selain bisa menjadi pencemaran akan menyebabkan banjir.

IKLAN

Seperti halnya di Sungai Bedadung, Dusun Krajan, Desa Biting, Kecamatan Arjasa, sungai dijadikan tempat membuang sampah rumah tangga. Sehingga di sebelah kanan kiri jembatan dan sungai yang seharusnya bersih dari sampah, kini semakin menumpuk. Terlihat sejumlah sampah keluarga seperti popok anak kecil dan sampah rumah tangga di bungkus tas kresek dan dibuang ke sungai.

Akibatnya, aliran sungai yang airnya mulai mengecil terlihat banyak sampah yang menumpuk. Latar belakang inilah yang kemudian menggerakkan sejumlah elemen masyarakat, TNI, relawan, mahasiswa, dinas lingkungan hidup saat berbaur bersama membersihkan sampah yang ada di Sungai Bedadung, Desa Biting, Arjasa.

Kegiatan ini sudah dilakukan hampir tiga kali ini, sehingga membuat sampah di sungai berkurang. Bukan hanya itu, warga sekitar dan di luar Arjasa juga disadarkan untuk tidak membuang sampah ke sungai. “Karena sungai bukan tempat sampah. Jadi harus mendapat perhatian bagi semua orang,” ujar Siswonto, Kades Desa Biting, Arjasa.

Masih menurut Siswonto, acara bersih-bersih sungai ini sudah sering dilakukan secara bersama sama baik perangkat desa maupun warga. Banyaknya sampah yang dibuang oleh orang dari luar Desa Biting. Ada juga pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil yang juga sering membuang sampah di sungai.

Sampah yang banyak dibuang di saluran sekitar jembatan ini merupakan sampah kiriman dari atas. Pernah juga dilakukan warga Biting ingin menangkap siapa pelaku yang membuang sampah ke sungai. “Biasanya yang membuang sampah ke sungai ini banyak pegawainya, kadang berpakaian seragam naik motor berhenti membuang sampah yang dibawa dari rumahnya,” jelasnya.

Pihak desa juga beberapa kali memasang banner tulisan agar tidak membuang sampah di selokan atau dibuang ke sungai. “Tetapi banner yang dipasang di sisi timur jembatan itu dibuang, entah siapa yang mengambil,” ujar Siswonto. Beruntung, kini tidak banyak lagi masyarakat yang melakukan kegiatan mencuci di sungai. Karena sudah ada air bersih dari masjid  setempat.

Sementara itu Gisel Darosada dari FKM Unej kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, bersih-bersih sungai ini sesuai dengan programnya teman-teman dari PBL FKM Unej bekerja sama dengan mahasiswa Unej yang sedang KKN di Desa Biting. “Setelah sungai dibersihkan rencananya juga ada program mengenai sampah,” jelasnya.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan beberapa relawan seperti dari Armed 8 Jember, masyarakat sekitar, dari Genbi, juga dari KKN kelompok lain juga ikut hadir serta dari polisi, perangkat desa serta dari dinas Lingkungan Hidup Jember. Dirinya mengakui selama ini sampah yang ada di sungai dan selokan sekitar jembatan ini cukup banyak.

Padahal warga yang rumahnya di sekitar sungai ini masih banyak yang mandi cuci kakus (MCK) ke sungai. “Selain digunakan untuk mencuci, air sungai oleh warga juga digunakan untuk mandi,” ujarnya. Dengan banyaknya warga yang masih mandi di sungai tersebut membuat pihaknya merasa prihatin.

Setelah sampah ini dibersihkan, pihaknya berharap warga semakin sadar untuk tidak membuang ke sungai. “Apalagi yang ikut bersih-bersih ini juga dari luar desa. Sehingga kami minta untuk warga Desa Biting sendiri tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai,” pungkasnya.

Reporter : Rangga Mahardika, Jumai
Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Yerri A Aji
Fotografer: Jumai

Reporter :

Fotografer :

Editor :