Menangis Ketika Berlatih Tawaf, Ratusan Murid Raudlatul Athfal Mengikuti Pelatihan Manasik Haji Cilik

Jumai/Radar Jember MANASIK CILIK: Ratusan siswa dari murid Raudlatul Athfal (RS) di tiga Kecamatan saat mengikuti pelatihan manasik haji cilik (MHC) di halaman Yon Armed 8 Jember.

RADARJEMBER.ID –  Halaman Yon Armed 8 Jember di Jalan Letjen Suprapto, Kebonsari, Sumbersari  tidak seperti biasanya. Biasanya terlihat tenang, tetapi untuk kali ini nampak beda karena terlihat sangat ramai. Bukan karena tentara, kawasan yang dikelilingi pohon besar itu menjadi tempat berkumpul ratusan siswa dari siswa Raudlatul Athfal.

IKLAN

Mereka berkumpul di sekitar puluhan tenda warna putih dengan mengenakan baju ihram warna putih. Tidak hanya siswa yang terlihat di halaman Yon Armed, para orang tua siswa khususnya ibu-ibu juga ikut berada di dalam tenda.

Selain itu, sebuah miniatur kabah dibangun di bagian tengah lapangan. Para siswa melakukan tawaf atau mengelilingi Kakbah sebanyak enam kali sambil membaca doa. Mereka juga melakukan pelemparan jumrah sebelumnya.

Ada yang lucu saat anak-anak melakukan lempar jumrah dan tawaf. Beberapa siswa terlihat menangis kencang ketika melakoni lempar jumrah. Setelah diselidiki, ternyata kaki mereka terinjak saat melempar jumrah dengan batu. Ada juga peserta yang jatuh terdorong saat tawaf mengelilingi Kakbah.

Kegiatan inilah yang menjadi gambaran saat pelatihan manasik haji cilik yang diselenggarakan Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Kabupaten Jember. Kegiatan manasik haji cilik ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun. “Tahun ini sudah yang ke-12 kalinya yang dilakukan setiap bulan haji besar,” ujar Lilik Sundari, ketua panitia manasik haji cilik tersebut.

Manasik haji cilik ini diikuti oleh 850 siswa dari 35 RA yang berasal dari tiga kecamatan yaitu Sumbersari, Patrang, dan Pakusari. Pihaknya ingin memberi pemahaman kepada anak-anak mengenai rukun Islam yang kelima. “Serta mengenalkan tata cara kegiatan manasik haji,” lanjut Lilik.

Sementara itu Faisol Abrari, pembina kegiatan manasik haji cilik mengatakan, tujuan pelaksanaan manasik haji cilik ini adalah untuk memberikan penjelasan sejak dini kepada anak tentang adanya kewajiban haji sebagai rukun Islam yang kelima.

Selain itu juga memberikan pemahaman secara utuh kepada siswa mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji melalui praktik langsung. “Serta mempererat persahabatan antar murid dari RA yang berbeda dan menambah keakraban para guru demi kemajuan pendidikan ke depan,” tegasnya.

Pujiastutik, salah satu wali siswa, mengaku senang dengan kegiatan manasik haji tersebut. Karena anak bisa melihat secara langsung bagaimana proses melakukan kegiatan ibadah saat berhaji. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini anak-anak bukan hanya bisa mengikuti kegiatan pelatihan manasik haji cilik tetapi juga bisa melaksanakan haji saat mampu nanti,” pungkasnya.

Reporter &  Fotografer: Jumai
Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :