Asyiknya Mandi Air Panas di Kolam Bulat

Sholikhul Huda/Radar Ijen MENJADI BULAT: Kolam air panas di Blawan Kecamatan Ijen yang awalnya kotak kini di poles menjadi bulat.

RADARJEMBER.ID – Kolam air panas Blawan, Ijen, merupakan kolam dengan potensi air panas yang sangat eksotik. Jika awalnya kolam ini kotak, kini diubah menjadi bulat. Pemolesan itu, merupakan upaya pemerintah Kabupaten Bondowoso, khususnya Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso agar kolam terlihat lebih indah.

IKLAN

Kadisparpora Bondowoso Harry Patriantono mengatakan, pemolesan itu merupakan upaya pemerintah daerah meningkatkan kunjungan wisata. Dengan sentuhan tersebut, harapannya akan muncul estetika yang berbeda yang mengundang lebih banyak minat wisatawan. “Ini menyangkut estetika, kami mencoba memoles agar terlihat lebih indah, sehingga bukan hanya kenikmatan mandi di air panas, namun mata memandang juga kelihatan indah,” terangnya.

Selain di pemandian air panas Blawan, berbagai sentuhan dilakukan di objek wisata di kawasan Kecamatan Ijen. Di antaranya Kawah Wurung. Di tempat ini, pemerintah membangun tangga. Sehingga, bisa dijadikan ikon yang unik, tangga di Kawah Wurung. “Pengunjung tidak hanya bisa menikmati pemandangan asyik, namun juga bisa berfoto dengan latar yang menarik tentunya,” tegasnya.

Kabid Pariwisata Disparpora Adi Sunaryadi mengatakan, kunjungan wisata dari tahun ke tahun terus-menerus meningkat. Hal itu tak lain karena sarana dan prasarana semakin membaik. Oleh karenanya, pihaknya ingin memberikan yang terbaik bagi wisatawan. “Yang pada output-nya, ada multiplier effect bagi masyarakat sekitar ojek wisata,” jelasnya.

Dijelaskannya, selama ini pembangunan jalan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan pembangunan tempat wisata dilakukan Disparpora. Hal itu merupakan kolaborasi antara OPD untuk sama-sama meningkatkan wisata di Bondowoso. “Jadi, ada gerakan multistakeholder, sehingga pembangunan bisa lebih baik tentunya,” terangnya.

Tidak hanya bangunan fisik, namun pembangunan sumber daya manusianya juga dilakukan. Seperti peningkatan pokdarwis di beberapa objek wisata. Disparpora memberikan pelatihan sekaligus pemberian sarana dan prasarana. Misalnya memberikan laptop, kamera, dan lain sebagainya. Tujuannya agar kelompok sadar wisata (pokdarwis) bisa mengelola objek wisata dengan baik. Utamanya promosi di media sosial dan manajemen pengelolaan.

Reporter & Fotografer : Sholikhul Huda
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :