Warna-warni 100 Rumah dari 1.000 Pramuka

Wawan Dwi Siswanto/Radar Jember SUDAH MULAI BERWARNA: Beberapa aktivitas karya bakti pengecatan yang dilakukan seribu anggota Pramuka Penegak. Seluruh rumah ini berada dalam wilayah tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Kebonsari, Kelurahan Sumbersari, dan Kelurahan Kepatihan, tepatnya di sekitar wilayah Kali Bedadung.

RADARJEMBER.ID- Memasuki hari kedua Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka (FWKKP) 2018 di Kelurahan Kepatihan, kegiatan para anggota Pramuka Penegak masih berlangsung seru. Mereka bangun pagi-pagi untuk melanjutkan karya bakti, yaitu mengecat rumah-rumah penduduk yang menjadi homestay mereka selama tiga hari.

IKLAN

Tak kurang dari 100 rumah menjadi objek kreativitas anak-anak yang didominasi pelajar SMA ini. Satu rumah digarap oleh sepuluh Pramuka tingkat Penegak, dan sudah diawali sejak hari pertama FWKKP. Seluruh rumah ini berada dalam wilayah tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Kebonsari, Kelurahan Sumbersari, dan Kelurahan Kepatihan, tepatnya di sekitar wilayah Kali Bedadung.

Cuaca cerah dan terik matahari tidak menyurutkan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan ribuan anggota Pramuka Penegak ini. Sebaliknya, mereka masih bisa tertawa-tawa di sela aktivitas mereka mengecat rumah.

“Sangat menyenangkan, mulai dari dapat homestay yang pemiliknya sangat ramah, serta adik dan kakak Pramuka sangat semangat semuanya,” ujar Ajeng Kusuma Dewi, salah seorang anggota dari Kwarcab Jember.

Tak hanya dari Jember, Penegak dari luar daerah pun turut menyatakan rasa antusiasnya. Salah satunya Silvi dari Kwarcab Lumajang. “Ibaratnya kita berada di negeri orang, kan ini di Jember, bukan di Lumajang. Bisa dapat kenalan dari banyak sekolah, baik dari Jember maupun Lumajang,” kata Silvi.

Mereka diinapkan di rumah-rumah warga yang menjadi objek pengecatan. Namun, karena keterbatasan tempat, maka bergantung kesediaan tuan rumah. Untuk itu, sebagian anggota diinapkan di Gedung GNI, namun tetap melakukan bakti pengecatan di rumah penduduk.

Selain bakti pengecatan 100 rumah, dalam gelaran FWKKP 2018 ini juga diadakan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta sosialisasi makanan dan obat-obatan. Termasuk pengumpulan data administrasi kependudukan bagi yang belum lengkap. Seluruh rangkaian kegiatan yang digelar selama tiga hari ini bekerja sama dengan OPD setempat.

Waka Binamuda Kwarda Jatim, Drs EC H Hariadi Purwantoro MM menuturkan, bakti pengecatan ini akan dilombakan dengan Penegak dari satu zona dan zona lainnya. Masing-masing zona akan mengirimkan dua Penegak putra dan dua Penegak putri, sehingga muncul 44 Penegak dari seluruh zona. “Nantinya akan diambil delapan anggota yang akan dikirim ke Thailand untuk studi banding kepramukaan,” ujarnya.

Lewat kegiatan ini, dirinya berharap bisa membentuk karakter Pramuka Penegak menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Tak hanya saat festival saja, tetapi juga setelah festival usai.

“Di dalam kegiatan sehari-hari, mereka perlu menerapkan kedisiplinan waktu, kebersamaan, saling membantu sesama, peduli terhadap lingkungan, dan gotong royong. Ini yang kita tanamkan. Yang paling penting adalah mereka harus mau berubah. Apa yang dikerjakan sekarang, nanti di rumah harus tetap dilaksanakan. Jangan kembali ke kebiasaan lama. Misalnya bangun pagi, di sini bangun pagi terus olahraga. Di rumah juga harus tetap seperti itu,” paparnya.

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.
Fotografer: Dwi Siswanto

Reporter :

Fotografer :

Editor :